Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk September, 2007

Serang, Banten, 20-22 Juli 2007
Kondisi Sastra Indonesia saat ini memperlihatkan gejala berlangsungnya dominasi sebuah komunitas dan azas yang dianutnya terhadap komunitas-komunitas sastra lainnya. Dominasi itu bahkan tampil dalam bentuknya yang paling arogan, yaitu merasa berhak merumuskan dan memetakan perkembangan sastra menurut standar estetika dan ideologi yang dianutnya. Kondisi ini jelas meresahkan komunitas-komunitas sastra yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Acara sastra tahunan, Ode Kampung, makin gegap gempita. Tahun ini, iven yang digelar di Rumah Dunia, Hegar Alam, Serang, Banten, itu tidak hanya jadi ajang temu karya dan sastrawan, tapi juga gerakan untuk menolak sastra ‘ngeseks’ dan imperialisme budaya.
Acara yang dikemas sebagai Pertemuan Penggiat Komunitas Sastra se-Nusantara itu telah berlangsung sukses selama tiga hari (20-22 [...]

Untuk mentranslate bahasa

MEMAHAMI TAUFIQ ISMAIL

Beni Setia
Pengarang, Tinggal di Caruban
SECARA metodologis, tulisan Taufiq Ismail, “HH dan Gerakan Syahwat Merdeka” (JP, 17/6/2007), yang merespons tulisan Hudan Hidayat, “Sastra yang Hendak Menjauh dari Tuhannya (JP, 6/5/2007), mengapungkan dua hal. Satu, konsep Islami, yang operasional saat melihat tubuh perempuan, sehingga tiap yang bukan muhrim tak boleh tampil terlihat auratnya — terlebih telanjang [...]

Untuk mentranslate bahasa

M. Fadjroel Rachman
Esais, Penyair, Novelis, dan Penggagas “Memo Indonesia”Kami adalah manusia bebas. Berdaulat atas jiwa dan raga kami untuk mencipta kemanusiaan kami sendiri dalam kebebasan tanpa penjajahan.
(Memo Indonesia, 12 Juli 2007)
MENCIPTA diri sendiri dan mencipta kemanusiaan kita sendiri adalah sarana sekaligus tujuan segala aktivitas manusia. Garis batas penciptaan dan kebebasannya hanya cakrawala historis bumi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Mahdiduri
Penyair
Nasionalisme humanis dibangun atas dasar prinsip, setiap bangsa mampu memberikan sumbangan dalam menegakkan harkat dan martabat manusia, serta untuk pengembangan nilai-nilai humanisme sesuai dengan karakteristik dan sifat-sifat bangsa itu.
Tidak hanya paham kebebasan, keadilan dan kesetaraan, tetapi paham toleransi adalah hal yang perlu mendapat perhatian dalam tata pergaulan internasional. Nasionalisme yang berlandaskan pada toleransi tidak [...]

Untuk mentranslate bahasa

Veven Sp Wardhana
Cerpenis dan Pengamat Media
Artikel bertajuk Gerakan Sastra Anti Neoliberalisme yang ditulis Viddy AD Daery (Republika, Ahad, 1 Juli 2007) menarik untuk dicatat. Ini bukan satu-satunya tulisan yang isinya sesunguhnya sama dengan yang pernah ditulis orang lain dalam media yang juga lain. Dalam tulisan itu, setidaknya dua nama disebutkan Sdr Viddy, yakni penyair [...]

Untuk mentranslate bahasa

PERKOSAAN TEKS-TEKS SASTRA

Mariana Amiruddin
Tanggapan tulisan Taufiq Ismail
Tak ada yang lebih mengejutkan selain rentetan istilah yang dilemparkan dalam esai Taufiq Ismail (TI) (Jawa Pos Minggu, 17 Juni 2007). Buat saya lebih mengerikan dari apa yang dia khayalkan tentang Gerakan Syahwat Merdeka (GSM), Sastra Mazhab Selangkang (SMS), dan Fiksi Alat Kelamin (FAK). Eseinya adalah fiksi yang sama dengan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Firman Venayaksa
Presiden Rumah Dunia Banten
Membaca tulisan Viddy AD Daery berjudul Gerakan Sastra Anti Neoliberalisme di koran ini, saya sungguh tergelitik. Dengan cemerlang, ia mengupas latar belakang persoalan-persoalan ideologi sastra (komunitas dan media) yang kerap tumpang tindih: di satu sisi menyerang, di sisi lain malah bermesraan.
Dimulai dengan pernyataan Wowok Hesti Prabowo di Media Indonesia yang langsung [...]

Untuk mentranslate bahasa

LEKRA DAN TANGISAN ISMAIL

Muhidin M. Dahlan

Hudan Hidayat menulis esai “Nabi tanpa Wahyu” (JP 1/7/2007) sebagai tanggapan atas esai Taufik Ismail (“HH dan Gerakan Syahwat Merdeka”, JP 17/6/2007) yang menanggapi tulisan Hudan Hidayat sebelumnya (“Sastra yang Hendak Menjauh dari Tuhannya”, JP 6/5/2007) di Harian Jawa Pos. Di Pada saat yang sama di Harian Republika muncul esai Viddy AD Daery [...]

Untuk mentranslate bahasa

M. Faizi
Guru dan Penyair, Tinggal di Sumenep, Madura
Pada 1970-an, suatu “bangsa yang maju”, menyeret Rob Halford, pentolan Judas Priest, band heavy metal kugiran dari Inggris, ke meja hijau karena sebuah kasus: seorang pemuda bunuh diri di depan tape saat memutar lagu, Better Than You Better Than Me. Jauh sebelumnya, pada pertengahan abad 19, Uncle [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »