Para buruh pabrik geram melihat maraknya sastra erotis.
Tinggal di kota besar, apalagi di ibukota, waktu seperti berjalan lebih cepat dari yang sebenarnya. Dihadapkan pada aktivitas rutin yang menyita waktu, warga kota pun hanya punya sedikit kesempatan untuk dirinya sendiri. Sempatkah mereka berkesenian, atau membaca karya sastra?
Kesenian boleh jadi menduduki nomor urut kesekian pada agenda [...]
Arsip untuk Oktober, 2008
SENI URBAN DAN BAHAYA SASTRA SEKSUAL
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK pada 7 Oktober 2008 | 1 Komentar »
KURA-KURA KRITIKUS DALAM PERAHU?
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK pada 7 Oktober 2008 | 2 Komentar »
Binhad Nurrohmat
Penyair
SAYA dan Taufiq Ismail adalah dua penyair yang memiliki pandangan dan sikap yang berbeda mengenai tubuh dan seksualitas dalam karya-karya sastra pengarang mutakhir kita. Taufiq gencar menistanya dan saya menolak penistaannya dan menghendaki apresiasi yang proporsional-signifikan.
Saya memandang tubuh dan seksualitas dalam kesusastraan kita sebagai kewajaran dan malah memperkaya jamahan tema kesusastraan kita. Dalam kesusastraan, [...]
POLEMIK, EKSHIBISIONIS-NARSISTIS, BERKARYALAH!
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK pada 7 Oktober 2008 | 1 Komentar »
Maman S. Mahayana
Pengajar FIB-UI, Depok
ESAI Binhad Nurrohmat (BN), Malu (Aku) Jadi Penghujat Sastra (Media Indonesia, 22 Juli 2007), telah menggiring perkara unsur seks dalam sastra sebagai wilayah publik menjadi perkara individu. Cara pandang reduksionis dan pipih seperti itu, tidak hanya mengaburkan masalah substansial yang diusung Taufiq Ismail (TI), melainkan juga mengubur hak apresiasi publik. Di [...]
MEMBERHALAKAN “KEBEBASAN” ALA “MEMO INDONESIA”
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK pada 7 Oktober 2008 | Leave a Comment »
Saut Situmorang
Esais, Tinggal di Yogyakarta
LARUT malam di bawah banner depan Taman Ismail Marzuki (TIM). Saya yang hendak pergi ke Serang, Banten, menghadiri pertemuan komunitas sastra se-Indonesia, dipanggil Hudan Hidayat untuk gabung ngebir bersamanya. Waktu saya menemui Hudan, ternyata sudah ada beberapa orang, seperti Djenar Mahesa Ayu dan Richard Oh. Mereka baru saja mengikuti acara Pekan [...]
KADO UNTUK TAUFIQ DAN HUDAN
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK, Perseteruan Boempoetra-KUK pada 7 Oktober 2008 | Leave a Comment »
Kuswaidi Syafi’ie
Penyair dan Dosen Tasawuf di PP Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta
“Bagi mereka, kritik Taufiq Ismail itu tak lain merupakan pengebirian dan penghujatan terhadap berbagai karya sastra yang tidak sealur dengan filosofi sastra yang dikehendakinya. Mereka berteriak histeris tentang kebebasan untuk menulis apa saja, termasuk perkara kelamin, selangkangan, dan anggota tubuh yang lain.”
Orasi kebudayaan Taufiq [...]
SASTRA YANG TERBATA DI HADAPAN KEBEBASAN
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK, Polemik KUK-Boemipoetra pada 7 Oktober 2008 | Leave a Comment »
Ahmad S. Rumi
Dosen Sastra Untirta, Serang
ISU penting dalam kehidupan sastra Indonesia saat ini, seperti tampak pada beberapa polemik di media massa (Jawa Pos, Media Indonesia, dan Republika) belakangan ini, tak lain adalah kebebasan, lebih tepatnya kegagapan dan kemabukan kita pada isu tersebut. Perdebatan tentang seks dan tubuh dalam sastra, liberalisasi pemikiran, pembongkaran tabu dan [...]
WAWANCARA GOENAWAN MOHAMAD
Diposkan dalam Esai, Label Perseteruan Boemipoetra-KUK pada 7 Oktober 2008 | Leave a Comment »
Rizka Maulana
Berikut ini hasil wawancara saya dengan Goenawan Mohamad, di Teater Utan Kayu, Kamis sore, 26 Juli 2007 lalu:RM: Tim Komunitas Utan Kayu diberitakan akan buka satu tempat kegiatan baru di Jalan Salihara, dekat Ragunan dan Universitas Nasional, Jakarta Selatan. Apakah alasannya? Untuk mengembangkan sayap?
GM: Itu sebagian kebetulan. Ada sepetak tanah yang cukup luas [...]