Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Juli, 2009

Gadis Arivia,
Saya sangat menghormati usaha Anda untuk tetap melanjutkan diskusi ini dengan rasional dan fair, berbeda dengan Manneke yang tidak melakukan apa-apa lagi kecuali menggerutu tanpa argumentasi sama sekali.
Dari posting Anda saya mendapat kesan bahwa meskipun Anda mengakui pengaruh faktor ekstratekstual alias pengaruh politik sastra, Anda cenderung melihat dunia akademis (atau dunia kritik sastra secara [...]

Untuk mentranslate bahasa

Hi Katrin,
Terima kasih emailnya. Ya tentu saya menganggap interpretasi ekstra tekstual penting dalam sebuah karya. Di dalam sejarah karya sastra Indonesia kita telah mengenalnya dalam diskusi karya-karya seperti Pramoedya Ananta Toer juga Alisjahbana. Seluruh karya-karya mereka tidak terlepas dari atau ada kaitannya (bila ingin dikaitkan) dengan posisi aktifitas politik mereka. Demikian pula dengan karya-karya asing [...]

Untuk mentranslate bahasa

ARMIJN PANE

Armijn Pane (lahir di Muara Sipongi, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 18 Agustus 1908 – wafat di Jakarta, 16 Februari 1970 pada umur 61 tahun) adalah seorang penulis yang terkenal keterlibatannya dengan majalah Pujangga Baru. Bersama Sutan Takdir Alisjahbana dan Amir Hamzah, Armijn Pane mampu mengumpulkan penulis-penulis dan pendukung lainnya dari seluruh penjuru Hindia Belanda untuk memulai [...]

Untuk mentranslate bahasa

Sutan Takdir Alisjahbana (STA), (lahir di Natal, Sumatera Utara, 11 Februari 1908 –wafat di Jakarta, 17 Juli 1994 pada umur 86 tahun), adalah sastrawan Indonesia. Menamatkan HKS di Bandung (1928), meraih Mr. dari Sekolah Tinggi di Jakarta (1942), dan menerima Dr. Honoris Causa dari UI (1979) dan Universiti Sains, Penang, Malaysia (1987).Diberi nama [...]

Untuk mentranslate bahasa

Iwan Gunadi
Untuk menyokong semangat pergerakan nasional, pada periode 1920-an dan 1930-an, banyak tokoh nasional, termasuk para sastrawan, mencoba mencari dan merumuskan identitas kebudayaan Melayu (baca: Indonesia): apakah kebudayaan Melayu mesti digali dari khazanah asli kebudayaan yang hidup di Nusantara atau berkaca pada kebudayaan Barat. Di bidang kesusastraan, pertanyaan tersebut dijawab Sutan Takdir Alisjahbana dengan mencoba [...]

Untuk mentranslate bahasa

dari posting Manneke:
“Esai di Republika itu menjadi “ilmiah” di mata pembaca karena ditulis oleh seorang Katrin Bandel. Tapi dengan mudah, jika nama itu diganti nama lain, seperti Saut Situmorang misalnya, maka pandangan pembaca atas keilmiahan esai itu juga bisa berubah. Ini faktor esktratekstual dalam pemaknaan sebuah genre yang tak kalah penting dari karakteristik generak yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Saya orang awam sastra. Pembaca pemula. Namun, sekali waktu, para pelaku polemik, baik Mbak Katrin maupun Jeng Gadis (aih, apa benar ini malah jd polemik keduanya? Gak selevel, sepertinya, kalo saya lihat kekuatan argumen keduanya. Tp KUK emang memilih tenggelam di dunia teks tanpa peduli konteks kan? buktinya diam aja hehe) dan semua stake holdernya [...]

Untuk mentranslate bahasa

Dear Katrin,
Thanks atas jawabannya. Saya kira sudah jelas posisi Katrin terhadap karya Saman karangan Ayu Utami. Mungkin benar pendapat Katrin bahwa politik seputar karya Saman perlu diungkap dan menjadi bahan pembelajaran yang penting.
Hanya saya menilai politik tersebut tidak berpengaruh pada suatu karya yang dihasilkan. Saya menganggap bahwa karya yang dihasilkan dinilai baik karena isi karya [...]

Untuk mentranslate bahasa

Micky Hidayat
Sastrawan, Menetap di Kalimantan Selatan

Haram manyarah, waja sampai kaputing.[1]

Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mempunyai luas 553.000 kilometer persegi atau 28,3 % dari luasnya seluruh Negara kita dan 5,5 kali pulau Jawa (758.000 km2 luasnya termasuk wilayah Malaysia, yang sekarang disebut Malaysia Timur, Serawak, Brunei [...]

Untuk mentranslate bahasa

Saya langsung akan menjawab kedua pertanyaan Anda:
1. Mengapa soal “personal politics” tentang GM dan KUK menjadi penting dalam pembahasan karya Saman, Ayu Utami.
Tidak begitu jelas bagi saya apa yang Anda maksudkan dengan “personal politics”. Yang saya bahas dalam esei saya di Republika adalah pencitraan KUK, khususnya Ayu Utami, di Eropa. Dalam kasus Ayu Utami, saya [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »