Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Juli 1st, 2009

TRADISI DAN BAKAT INDIVIDU

Saut Situmorang
Penyair & Esais, Tinggal di Yogyakarta
Seorang komentator sastra dari Jakarta, Nirwan Dewanto, pernah membuat pernyataan asersif bahwa novelis Ayu Utami tidak terlahir dari sejarah sastra Indonesia. Latar-belakang pembuatan klaim ini, mudah kita duga, adalah reaksi luar biasa yang timbul dalam sastra Indonesia setelah publikasi novel pertama Ayu, Saman, dari kalangan “kritikus” sastra di Indonesia, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Afrizal Malna adalah seorang penyair penting Indonesia yang selalu berupaya mengeskplorasi setiap ruang pergaulan sastra sebagai arena hidup. Ia pernah mendirikan komunitas sastra, menggeluti kelompok teater, dan juga mengembara ke kota-kota di Indonesia dan mancanegara. Semua ini, adalah bagian dari upayanya menemukan makna terjauh dari bidang kesenimanan yang diperjuangkannya. Kini, kepada Jurnal Nasional, ia menyampaikan [...]

Untuk mentranslate bahasa

PENGANTAR

Dodi Ahmad Fauji
Manusia sebagai homonilupus sekaligus homo socius, yang menurut Injil dan Quran, suka saling memerangi sesamanya, pada akhirnya sukar keluar dari pekubuan dan saling serang. Alasannya, bisa hanya karena rebutan jatah makan demi ketahanan hidup. Bagi yang sudah establish dalam soal survival, yang jadi rebutan bergser ke soal eksistensi, pengaruh, atau kekuasaan.
Perlombaan eksistensi telah [...]

Untuk mentranslate bahasa

KUMON SASTRA

Ayu Utami
Di antara banyak perkara pada Oktober, ada dua hal yang saya catat.Satu,sebuah iklan metode kumon berbunyi,“Matematika, Bahasa Inggris = Sukses!”Dua,Kongres Cerpen di Banjarmasin akhir pekan ini.
Keduanya berhubungan secara tolaktolakan. Kongres Cerpen diadakan dalam semangat merayakan bahasa Indonesia. Maklum, Oktober selalu merupakan bulan bahasa.Ini sebagai peringatan Sumpah Pemuda yang menjadikan bahasa Indonesia bahasa persatuan. Sementara [...]

Untuk mentranslate bahasa

E. Endratmoko
Saut Situmorang, melalui makalahnya “Politik Kanonisasi Sastra”  Saut Situmorang (untuk Kongres Cerpen ke-5 di Banjarmasin, 26 Oktober 2007), bermaksud menunjukkan bagaimana karya itu diunggulkan jadi “kanon”, bukan karena teks itu sendiri, tetapi karena peran politik dan kekuasaan.  Saya tidak akan membantah teorinya, tetapi saya lihat pandangannya  tentang sastra Indonesia itu kurang berdasar penelitian tentang [...]

Untuk mentranslate bahasa