Diposkan dalam Esai, Label Pembahasan Umum pada 22 Juli 2009 | 3 Komentar »
Micky Hidayat
Sastrawan, Menetap di Kalimantan Selatan
Haram manyarah, waja sampai kaputing.[1]
Pulau Kalimantan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mempunyai luas 553.000 kilometer persegi atau 28,3 % dari luasnya seluruh Negara kita dan 5,5 kali pulau Jawa (758.000 km2 luasnya termasuk wilayah Malaysia, yang sekarang disebut Malaysia Timur, Serawak, Brunei [...]
Untuk mentranslate bahasa
Saya langsung akan menjawab kedua pertanyaan Anda:
1. Mengapa soal “personal politics” tentang GM dan KUK menjadi penting dalam pembahasan karya Saman, Ayu Utami.
Tidak begitu jelas bagi saya apa yang Anda maksudkan dengan “personal politics”. Yang saya bahas dalam esei saya di Republika adalah pencitraan KUK, khususnya Ayu Utami, di Eropa. Dalam kasus Ayu Utami, saya [...]
Untuk mentranslate bahasa
Salam kenal dan senang bisa berdiskusi dengan Katrin di milis ini. Saya sudah membaca beberapa karya anda sebelumnya dan sangat mengagumi tulisan-tulisan anda. Hanya memang untuk tulisan yang di Republika saya tidak sependapat dengan anda. Karena menurut saya, anda terlalu fokus pada persoalan politik (personal politics) di sekitar karya Saman, Ayu Utami. Dan saya tidak [...]
Untuk mentranslate bahasa
Terima kasih kepada moderator yang mengundang saya ikut nimbrung di milis yang rupanya sedang “mendiskusikan” tulisan saya ini.
kepada Gadis Arivia:
Hanya satu yang ingin saya tanyakan: Memangnya kenapa kalau dalam esei saya di Republika itu saya tidak membahas teks novel Ayu Utami, tapi teks-teks lain yang menjadi bagian dari wacana seputarnya? Kata siapa bahwa itu tidak [...]
Untuk mentranslate bahasa
Kalian bagaimana sih?! Sita di bawah sudah capek-capek mengutip kalimat dari makalah saya, di mana saya mengatakan bahwa “khususnya representasi perempuan dalam kedua novel itu menarik dibandingkan dengan imaji perempuan yang dipopulerkan lewat karya-karya pengarang perempuan yang sering disebut “sastrawangi” , misalnya Ayu Utami atau Djenar Maesa Ayu”. YANG SERING DISEBUT “SASTRAWANGI” !
Saya di situ [...]
Untuk mentranslate bahasa
Untuk Gadis, Ulil dan Manneke
Juga untuk Sita dengan klarifikasi yang jernih
Soal Katrin Bandel selalu mengungkit-ungkit Ayu atau Djenar, saya pribadi merasa agak aneh. Termasuk selalu mengkaitkan dengan istilah “sastra wangi” Jika, istilah “sastra wangi” dilekatkan kepada Ayu dan Djenar, tentu tidak tepat. Terutama jika kita mengacu pada definisi sastra wangi itu sendiri. Saya kira, siapapun [...]
Untuk mentranslate bahasa