Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Oktober, 2009

 
Sementara publik sastra Indonesia akhir-akhir ini riuh rendah oleh berbagai silang-sengkarut dan percekcokan atas nama “politik sastra” dan “moral” di milis, Kongres Cerpen Indonesia (KCI) V berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Banyak dugaan bahwa kongres ini akan menjadi arena selanjutnya dari percekcokan yang segera muncul di antara para sastrawan yang hadir, dan yang kemudian akan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Iwan Gunadi
Pemerhati Komunitas Sastra, Menetap di Tangerang, Banten
Kalau istilah “komunitas” dipahami sebagai masyarakat, kelompok, atau kumpulan orang, asosiasi logis yang segera muncul di kepala kita adalah jumlah anggotanya lebih dari satu orang. Asosiasi tersebut hampir sepenuhnya tepat, terkecuali untuk Forum Sepatu Biru yang digagas penyair Afrizal Malna di Jakarta pada 1990-an. Kalau Forum Sepatu Biru [...]

Untuk mentranslate bahasa

KOMUNITAS SASTRA DAN SASTRA KOMUNITAS

Purhendi
Guru Bahasa Indonesia dan Pembina Sanggar Sastra Siswa/Remaja Indonesia
Suatu malam, saya pernah kedatangan rekan penulis Koko P Bhairawa (Prakoso Bhairawa Putra, Palembang) di bedeng kon trakan saya di Sekojo. Biasa, rekan-rekan (penulis) kadang sanjo. Disamping melepas kangen kalau sudah agak lama tidak bertemu, juga diskusi kecil-kecilan tentang sastra. Materi pembicaraan, meskipun tidak formal, seringnya tentang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Cecep Syamsul Hari
Penyair dan Esais
Dalam tulisan-tulisan yang membahas tradisi sastra, telah saya ungkapkan bahwa kecenderungan fenomenal kehidupan sastra Indonesia pada tahun 1990-an atau dekade terakhir abad ke-20 adalah munculnya “kegairahan berpuisi” yang dalam spektrum lebih luas dapat pula dipandang sebagai “kegairahan bersastra”. Ini dapat ditandai antara lain dnegan derasnya penciptaan puisi seperti tampak pada banyaknya [...]

Untuk mentranslate bahasa

FLP, PENULIS DARI 100 KOTA

Helvy Tiana Rosa
Pendiri FLP
Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia—sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya–sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya pertumbuhan kantong-kantong sastra di Jakarta dan di banyak kota besar lainnya.
Salah satu yang dianggap fenomenal adalah munculnya Forum Lingkar Pena [...]

Untuk mentranslate bahasa

MATI TUMBUHNYA KOMUNITAS SASTRA

MEMASUKI tahun 1980-an kehidupan sastra di Bandung, khususnya dalam bidang penulisan puisi digerakan oleh komunitas-komunitas sastra, yang para aktivisnya rela mengeluarkan uang untuk kegiatan tersebut. Sebelum Kerabat Pengarang Bandung (KPB) berdiri yang dimotori oleh penyair Yessi Anwar dan Diro Aritonang, Anton de Sumartana terlebih dahulu mendirikan komunitas Swawedar 67 yang aktif menyelenggarakan kegiatan baca dan [...]

Untuk mentranslate bahasa

BUKU DAN KOMUNITAS

Bagus Takwin
Pengalaman menunjukkan kepada saya, buku dan interaksi sosial antar orang punya hubungan saling mempengaruhi. Buku bisa jadi ikatan yang menyatukan orang-orang, memberi dinamika dan mengembangkan interaksi di dalamnya. Di sisi lain, interaksi orang dengan kesamaan minat, tujuan, kepedulian dan ikatan-ikatan lainnya tak jarang membawa mereka kepada keterlibatan yang intens dengan buku. Interaksi antara orang-orang, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Anton Kurnia
Cerpenis dan Esais
Perkembangan sastra kita tidak bisa dilepaskan dari peran berbagai komunitas sastra dan kantung-kantung budaya yang bertebaran di berbagai kota, terutama yang berbasis di kampus-kampus perguruan tinggi. Sebagian dari para pegiat komunitas sastra kampus ini muncul dan menonjol menjadi sosok yang diperhitungkan dalam sejarah sastra kita dengan karya-karyanya, melepaskan diri dari kolektivitas komunitasnya. [...]

Untuk mentranslate bahasa

MELURUSKAN PERAN KOMUNITAS

Penyair Acep Zamzam Noor menekankan pentingnya peran komunitas dalam perkembangan kesenian di Indonesia. Di sela-sela kesibukannya mengurus komunitas satra di kampung halamannya, Tasikmalay, ia meluangkan waktu bagi Jurnal Nasional untuk bicara soal komunitas, politik sastra, dan makna kesenimanan itu sendiri.

Di Indonesia ada banyak sekali komunitas kesenian yang tersebar di berbagai daerah, bagaimana Anda memandang [...]

Untuk mentranslate bahasa

NYASTRA DALAM KOMUNITAS, MUNGKINKAH?

Pandapotan MT Siallagan
Sastrawan, Tinggal di Pematangsiantar
SAYA tak tahu bagaimana serpihan lembaran koran Bali Post bisa ‘terlantar’ di beram salah satu jalan di Kota Pematangsiantar. Tentu saja lembaran koran itu  saya pungut dan  saya baca. Kebetulan sekali, di lembaran koran edisi Ahad 5 Juni 2005 yang tak lagi utuh itu, ada tulisan berjudul “Nyastra, [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »