Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk April, 2010

Sitting in a restaurant near Kowloon Railway Station in Hong Kong, 45-year-old Malang-born Mega Vristian did not feel awkward sharing her thoughts on just about any topic. The stories she told were so touching that two writers from Singapore joined in on the conversation. When she spoke, the poet, deftly switched between Cantonese and Javanese [...]

Untuk mentranslate bahasa

Mega Vristian Sastra BMI? Jujur saya memang tidak bisa berhenti menulis, karena adanya semangat yang tidak pernah pudar. Terlebih lagi adanya faktor keberuntungan. Beruntung karena selama bekerja di Hong Kong menjadi BMI alias babu walau berganti-ganti majikan, menggunakan komputer tidak pernah dilarang. Tentu saja harus tahu aturannya. Nah hari ini setelah pekerjaan siang beres, saya [...]

Untuk mentranslate bahasa

Pagi mulai menghangat ketika anggota Paguyuban Pangarang Wanoja Sunda ”Patrem” berdatangan di rumah Aam Amilia. Selain sebagai pribumi, Ceu Aam demikian ia akrab disapa, memang menjabat sebagai Ketua Patrem. Rumah yang tadinya sunyi itu kini menjadi riuh. Apalagi setelah Yooke Tjuparmah, Teti Khodijah, Naneng Daningsih, dan Sum Darsono tiba di lokasi. Rasa kangen pun tumpah. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Awal April terjadi peristiwa menarik bagi dunia sastra Aceh. Walikota Banda Aceh, Razali Yusuf, menyatakan bersedia membeli buku puisi Surat Dari Negeri Tak Bertuan karya D. Kemalawati untuk disalurkan ke sekolah-sekolah di ibukota NAD itu. D. Kemalawati, bersama Helmi Hass, Harun Al Rasyid, Saiful Bahri, Mutia Erawati, Sulaiman Tripa, dan Erwinsyah, adalah pendiri Lapena, organisasi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Wina SW1 (Syafwina) Sekapur sirih Apa itu sastra Aceh? Karya sastra yang mana saja yang layak disebut sebagai karya sastra Aceh? Apakah hanya karya-karya sastra yang berbahasa Aceh saja? Apa saja ciri dan bentuknya? Dan bagaimana perkembangannya dari zaman ke zaman? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini yang ingin saya bahas secara sepintas. Ketika berbicara tentang sastra [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ebiet G. Ade Tahun 1975, selepas SMA, saya lebih intens masuk ke wilayah kelompok seniman muda Jogja. Pada saat itu iklim berkesenian atmosfirnya sangat kental, terutama di sepanjang jalan Malioboro, seputar Seni-Sono dan tempat – tempat khusus lain, yang biasa dijadikan arena berkumpul para seniman-senima muda yang tengah berproses. Di berbagai tempat, selalu terjadi diskusi [...]

Untuk mentranslate bahasa

Penggiat seni khususnya sastra di Bengkulu dinilai kurang produktif dan masih kalah dibanding daerah tetangga seperti Lampung dan Pekanbaru. “Memang seni sastra di Bengkulu sangat sedikit penggiatnya dan juga kurang produktif dibanding teman-teman kita yang ada di komunitas sastra di Lampung dan daerah lainnya,” kata Penyair Bengkulu Choirul Muslim usai menjadi pembicara dalam agenda Peluncuran [...]

Untuk mentranslate bahasa

Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan sepi yang lalu dingin gumam berhantam di buritan Juluran lidah nampak di bawah kerjap mata menggoda dalam lagu siul, di mana-mana menghadang cakrawala Bait ketiga sajak Percakapan Selat karya Umbu Landu Paranggi itu mengalun syahdu di gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Kamis malam pekan lalu. Empat remaja [...]

Untuk mentranslate bahasa

M.G. Wibisono Penulis Lepas, Tinggal di Yogyakarta Sifat Petualang Umbu Wulang Landu Paranggi nama lengkapnya. Bangsawan kelahiran Kananggar, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur 10 Agustus 1943. Suatu daerah pasti mempunyai nuansa dan citra tersendiri untuk membentuk suatu kelompok atau organisasi, seperti simbol-simbol dan predikat tertentu. Seperti daerah Sumba dengan simbol kuda dan kayu cendana. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.