Sitting in a restaurant near Kowloon Railway Station in Hong Kong, 45-year-old Malang-born Mega Vristian did not feel awkward sharing her thoughts on just about any topic. The stories she told were so touching that two writers from Singapore joined in on the conversation. When she spoke, the poet, deftly switched between Cantonese and Javanese [...]
Arsip untuk April, 2010
MEGA VRISTIAN POEMS FROM AFAR
Diposkan dalam aktivis komunitas, Label Aktivis Komunitas Sastra Mega Vristian pada 29 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
BURUH MIGRAN INDONESIA DAN SASTRA MENYIMPAN BANYAK PERTANYAAN
Diposkan dalam ESAI, Label Komunitas Sastra Buruh di Hong Kong pada 29 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Mega Vristian Sastra BMI? Jujur saya memang tidak bisa berhenti menulis, karena adanya semangat yang tidak pernah pudar. Terlebih lagi adanya faktor keberuntungan. Beruntung karena selama bekerja di Hong Kong menjadi BMI alias babu walau berganti-ganti majikan, menggunakan komputer tidak pernah dilarang. Tentu saja harus tahu aturannya. Nah hari ini setelah pekerjaan siang beres, saya [...]
PAGUYUBAN PANGARANG WANOJA SUNDA ”PATREM” ”NGARIUNG” MEMBAHAS KARYA
Diposkan dalam profil komunitas, Label Paguyuban Pangarang Wanoja Sunda ”Patrem” pada 23 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pagi mulai menghangat ketika anggota Paguyuban Pangarang Wanoja Sunda ”Patrem” berdatangan di rumah Aam Amilia. Selain sebagai pribumi, Ceu Aam demikian ia akrab disapa, memang menjabat sebagai Ketua Patrem. Rumah yang tadinya sunyi itu kini menjadi riuh. Apalagi setelah Yooke Tjuparmah, Teti Khodijah, Naneng Daningsih, dan Sum Darsono tiba di lokasi. Rasa kangen pun tumpah. [...]
D. KEMALAWATI, YA GURU MATEMATIKA, YA PEGIAT SENI
Diposkan dalam aktivis komunitas, Label D. Kemalawati-Aceh pada 23 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Awal April terjadi peristiwa menarik bagi dunia sastra Aceh. Walikota Banda Aceh, Razali Yusuf, menyatakan bersedia membeli buku puisi Surat Dari Negeri Tak Bertuan karya D. Kemalawati untuk disalurkan ke sekolah-sekolah di ibukota NAD itu. D. Kemalawati, bersama Helmi Hass, Harun Al Rasyid, Saiful Bahri, Mutia Erawati, Sulaiman Tripa, dan Erwinsyah, adalah pendiri Lapena, organisasi [...]
HIKAYAT, NAFAS SASTRA ACEH DARI ZAMAN KE ZAMAN
Diposkan dalam ESAI, Label Komunitas Sastra Aceh pada 23 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Wina SW1 (Syafwina) Sekapur sirih Apa itu sastra Aceh? Karya sastra yang mana saja yang layak disebut sebagai karya sastra Aceh? Apakah hanya karya-karya sastra yang berbahasa Aceh saja? Apa saja ciri dan bentuknya? Dan bagaimana perkembangannya dari zaman ke zaman? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini yang ingin saya bahas secara sepintas. Ketika berbicara tentang sastra [...]
MALIOBORO, UMBU LANDU PARANGGI, DAN SAYA
Diposkan dalam ESAI, profil komunitas, Label Komunitas Sastra Yogyakarta, PSK, Umbu Landu Paranggi pada 8 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Ebiet G. Ade Tahun 1975, selepas SMA, saya lebih intens masuk ke wilayah kelompok seniman muda Jogja. Pada saat itu iklim berkesenian atmosfirnya sangat kental, terutama di sepanjang jalan Malioboro, seputar Seni-Sono dan tempat – tempat khusus lain, yang biasa dijadikan arena berkumpul para seniman-senima muda yang tengah berproses. Di berbagai tempat, selalu terjadi diskusi [...]
PENGGIAT SASTRA BENGKULU DINILAI KURANG PRODUKTIF
Diposkan dalam BERITA, KOMUNITAS SASTRA, Label Komunitas Sastra Bengkulu pada 8 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Penggiat seni khususnya sastra di Bengkulu dinilai kurang produktif dan masih kalah dibanding daerah tetangga seperti Lampung dan Pekanbaru. “Memang seni sastra di Bengkulu sangat sedikit penggiatnya dan juga kurang produktif dibanding teman-teman kita yang ada di komunitas sastra di Lampung dan daerah lainnya,” kata Penyair Bengkulu Choirul Muslim usai menjadi pembicara dalam agenda Peluncuran [...]
UMBU LANDU PARANGGI BELUM BERHENTI
Diposkan dalam aktivis komunitas, Label Umbu Landu Paranggi pada 7 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan sepi yang lalu dingin gumam berhantam di buritan Juluran lidah nampak di bawah kerjap mata menggoda dalam lagu siul, di mana-mana menghadang cakrawala Bait ketiga sajak Percakapan Selat karya Umbu Landu Paranggi itu mengalun syahdu di gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Kamis malam pekan lalu. Empat remaja [...]
UMBU LANDU PARANGGI “PRESIDEN MALIOBORO”
Diposkan dalam aktivis komunitas, Label Umbu Landu Paranggi pada 7 April 2010 | Tinggalkan sebuah Komentar »
M.G. Wibisono Penulis Lepas, Tinggal di Yogyakarta Sifat Petualang Umbu Wulang Landu Paranggi nama lengkapnya. Bangsawan kelahiran Kananggar, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur 10 Agustus 1943. Suatu daerah pasti mempunyai nuansa dan citra tersendiri untuk membentuk suatu kelompok atau organisasi, seperti simbol-simbol dan predikat tertentu. Seperti daerah Sumba dengan simbol kuda dan kayu cendana. [...]