OMONG-OMONG SASTRA DAN KOMUNITAS DI SUMUT


1. Komunitas Sastra Indonesia (KSI)
KSI merupakan komunitas yang konsisten melahiran penulis-penulis berbakat, sebut saja Maulana Satrya Sinaga, Butet Benny Manurung, Embar T Nugroho, Sakinah Annisa Mariz, Adi Putra (Omadi Pamouz), dan masih banyak lagi. KSI dibawah manajemen bapak Idris Pasaribu selaku sastrawan senior yang telah melahirkan novel Acek Botak dan telah dicetak ulang. Komunitas ini terletak di Taman Budaya Sumatera Utara. Baru-baru ini Omadi Pamouz juga telah meluncurkan novel terbaru dengan judul Gethora, sedangkan sebelumnya Butet Benny Manurung meluncurkan novel remaja dengan judul Metamorfosis Gendis. Karya para anggotanya tersebar di berbagai media massa, seperti Harian Analisa, Medan Bisnis, Global, Sumut Pos, Waspada dan masih banyak lagi.

2. Komunitas Home Poetry (HP)
Komunitas HP digawangi oleh M. Raudah Jambak, memiliki simpatisan yang militan, agenda yang tiap tahun dilaksanakan antara lain lomba baca puisi yang dilaksanakan di Taman Budaya Sumatera Utara. Karya para anggotanya telah merajai berbagai surat kabar di medan dan luar kota.Seperti Hasan Al Banna, Ilham Wahyudi, Afrion, S. Ratman Suras, M. Raudah Jambak, M. Yunus Rangkuti, Djamal, Ahmad Badren Siregar, Saiful Amri, dll. Semboyan mereka LEBIH BAIK BERKARYA DARIPADA MENCELA.

Even Komunitas HP

1. Mengikuti Temu Sastrawan I di Jambi (2007)
2. Memainkan 3 Judul Sinetron di TVRI Sumut (2009)
3. Baca Puisi 3 Penyair Sumut di Taman Budaya Sumut (2008)
4. Melaksanakan pelatihan Penulisan Puisi (2007)
5. Monolog “Teror” di Taman Budaya Sumut (2008)
6. Mengikuti Festival Film Pendek “Mencari Titik” (2009)
7. Melaksanakan Lomba Baca Puisi se-Sumatera Utara (2010)
8. Menerbitkan Buku Antologi Puisi “6 Penyair Urban” (2007)
9. Menerbitkan Buku Antologi Puisi “Laut Air Mata” (2008)
10. Melaksanakan Grafiti Contes (2008)
11. Lomba Baca Puisi Tingkat Pelajar se- Sumatera Utara (2009)
12. Diskusi Berkala
13. Pelatihan Cerita Anak Untuk Guru TK, SD se – Sumatera Utara (2010)
14. Kegiatan Partisipasi dan Kerjasama dengan kelompok lain
15. Pertunjukan Puisi ‘KEPALA ATAU EKOR’karya Djamal(2010)
16. Berpartisipasi dalam Monolog ‘CUBLIS’Hasan Al Banna (2010)
17. Berpartisipasi dalam pertunjukan Kolosal ‘CINTA TANAH AIR’naskah/sutradara Raudah Jambak (2010)
18. Menampilkan monolog ‘CELAH’ Bunda Jibril (2010)
19. Kegiatan Temu Sastrawan Indoneisa I (Jambi), II (Bangka Belitung) III (Tanjung Pinang)
20. Dll.

3. Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK)
KOMPAK lahir dari kolaborasi aktivis kampus Universitas Negeri Medan (Unimed) yakni; Dani Sukma dan Rudi Hartono Saragih serta dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Budianto dan Sri Rizki Handayani, yang merasa tergugah untuk menghadirkan penulis dari kalangan mahasiswa agar bukan hanya sekedar menjadi akademisi tetapi juga harus bisa menjadi praktisi sastra. KOMPAK beranggotakan dari Unimed, UMSU, Universitas HKBP Nommensen, Insitut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Microskil.Karya anggotanya telah malang melintang di beberapa surat kabar medan, antara lain di Harian Analisa, Waspada, Medan Bisnis, dan Sumut Pos. Beberapa karya anggotanya juga telah masuk kumpulan antologi Cerpen dan Puisi, antara lain Antologi Cerpen CERMIN, Antologi Artefak Cerita Pendek Indonesia, Antologi [Mirip] Cerpen Para Penanti dan Antologi Puisi Suara Peri dan Mimpi. Beberapa nama anggota yang lekat berkarya antara lain Ria Ristiana Dewi (Unimed), Sri Rizki Handayani (UMSU), Erny Wirda Ningsih (Microskil), Budianto UMSU), Zuliana Ibrahim (UMSU), dan masih banyak lagi. Agenda yang dilaksanakan antara lain Pelatihan Kepenulisan, Pembacaan Puisi, Perlombaan Cipta dan Baca Puisi, Festival Cerita Pendek Se-Sumatera Utara. Memintal Kata Penuh Semangat, Merajut Karya Penuh Martabat merupakan falsafah komunitas ini. Komunitas ini terletak di Taman Budaya Sumatera Utara. Selain aktif dalam bergiat menulis di media massa, prestasi juga tergurat diberbagai pentas lomba baik antar kampus maupun tingkat Sumatera Utara. Komunitas ini dibina oleh sastrawan berjiwa muda, abangnda Afrion dan di bawah perlindungan sastrawan nasional Drs. Antilan Purba, M. Pd

4. Komunitas Penulis Muda Sumatera Utara
Komunitas maya ini digagas oleh Maulana Satrya Sinaga, di dalamnya dihimpun penulis-penulis muda yang berniat menunjukkan dedikasi dan atensi terhadap dunia sastra. Walau di dunia maya, namun selalu berupaya mencipta komunikasi antar anggota sehingga informasi kebudayaan dan sastra tetap menjadi menu pilihan utama untuk disajikan dalam komunitas ini.

5. Komunitas Pecinta Membaca dan Berkarya (KOMA) UMN Al-Washliyah Medan
Walau terbilang baru, KOMA UMN Al-Washliyah telah menunjukkan kiprahnya dalam belantika sastra di Sumatera Utara, terbukti prestasi demi prestasi telah tergurat atas nama komunitas ini. Di antaranya Juara pertama lomba baca puisi cinta HUT harian Globa 2010, Juara ketiga lomba cipta cerpen HUT Harian Global 2010, Juara pertama lomba baca puisi AMUK Teater LKK Unimed 2010, Juara pertama lomba baca puisi Komunitas Poeisi Unimed, dan lain-lain. Komunitas ini digagas oleh Muhhammad Anhar Husyam dan Lilik Suryadi (EL-Surya). Selain meramaikan jagad perlombaan sastra, Komunitas ini juga militan dalam berkarya di media massa, karya anggotanya termuat di beberapa media massa, seperti Harian Medan Bisnis dan juga menembus ketatnya Kompas.Com.

6. Komunitas Poeisi Universitas Negeri Medan (KOMPOEI Unimed)
KOMPOEI Unimed merupakan komunitas yang menerjunkan diri dalam totalitas menelusuri lekuk demi lekuk tubuh puisi. Agenda rutin yang menjadi ciri khas komunitas ini adalah pelatihan membaca puisi, sehingga para anggotanya dibekali kekuatan dalam menunjukkan kualitas pembacaan puisi. Karakter penampilan dan keberanian dalam menghadapi tantangan setiap tampil sastra baik itu untuk perlombaan atau pengabdian benar-benar tercermin dalam komunitas ini, yang luar biasa perlatihan baca puisi dalam komunitas ini langsung di bina oleh Sastrawan Nasional Drs. Antilan Purba, M. Pd. Tak heran bila angguk decak tersemat saat para anggotanya yang aktif mengikuti perlombaan sastra selalu memboyong piala, antara lain; Juara 1 lomba baca puisi AMUK Teater LKK Unimed 2009, Juara 1 Lomba Baca Puisi Komunitas Home Poetry 2009, Juara 2 Lomba Baca Puisi Amuk Teater LKK Unimed 2010, Juara 2 Lomba Baca Puisi HUT Harian Global 2010, dan masih banyak lagi presatasi yang tertoreh komunitas yang saat ini diketuai oleh Syafaruddin, Mahasiswa angkatan 2008 Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed.

7. Komunitas Mahasiswi Pecinta Sastra Indonesia (KOMPENSASI)
Yang menarik dari Komunitas ini adalah anggotanya khusus untuk para wanita. Sepertinya gelora yang dihujamkan Raden Ajeng Kartini melekat di komunitas ini. Hanya saja komunitas ini masih terbilang muda, akan tetapi beberapa anggotanya telah mampu menembus media massa. Komunitas Ini digagas mahasiswi Unimed angkatan 2009 yang meyakini bahwa usia muda bukan halangan untuk berkarya. Dengan motto; Nurani Wanita Nurani Cinta Karya, membuat komunitas ini terpacu untuk bersaing dengan komunitas yang lebih dahulu muncul dalam belantika sastra di Sumatera Utara.

8. Komunitas Tanpa Nama (KONTAN) Unimed
Gila! mungkin kata ini layak dilekatkan dalam komunitas ini, bagaimana tidak, komunitas ini baru terbentuk di awal bulan Agustus 2010 dan hanya beranggotakan sepuluh orang yang kesemuanya mahasiswa stambuk 2010 (mahasiswa baru) Unimed. Namun, walau terbilang baru karya para anggota telah tembus di beberapa surat kabar, seperti Medan Bisnis, Analisa dan Waspada.Inilah terobosan sekaligus kenekadan para mahasiswa yang berprinsip kedewasaan bukan hanya ditentukan dari segi usia, tetapi juga dari segi kematangan berpikirnya. Tetapi kegilaan mereka layak kita apresiasi, sebab yakin dan percaya komunitas ini akan mampu bersaing dalam kancah sastra.

9. Komunitas Garapan Pemuda Tahan Lapar (GARPUTALA)
Komunitas ini digawangi empat sekawan Rudi Hartono Saragih (Mahasiswa Berprestasi Universitas Negeri Medan 2010, Dani Sukma A. S (Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Se-Sumatera Utara), Khairul Anam (Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed), dan M. Irsyad Sungkunan Lubis (Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed). Sesuai dengan nama komunitas, maka komunitas ini -mungkin- satu-satunya komunitas yang memproklamirkan bahwa miskin harta tidak harus menjadi hambatan untuk miskin karya, sebab kualitas hidup dan kehidupan setiap orang bukan hanya ditinjau dari materi tetapi juga dedikasi untuk menggapai prestasi. Terbukti, lewat Komunitas GARPUTALA lahir para pakar organisatoris dengan beragam prestasi akademis, antara lain mengantarkan Rudi sebagai duta Mahasiswa Berprestasi Se-Unimed dan bertanding dikancah mahasiswa berprestasi tingkat nasional. Selain itu, Dani Sukma A. S juga mampu menduduki struktur wakil ketua HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia Se-Sumut, dan pada akhirnya Rudi dan Dani juga mampu menjajah ibukota Jakarta sebagai duta Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Se-Sumatera Utara dalam Program Hibah Kompetisi Assosiasi Profesi Mahasiswa (PHK APM) 2009 dan berhasil meraih dana hibah untuk kegiatan pengembangan sastra bagi mahasiswa sebesar 38.500.000 (Tiga Puluh Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah). Kiprah GARPUTALA tak berhenti sampai di situ, pada tahun 2010 ini, Khairul Anam dan M. Irsyad Sungkunan Lubis (Ketua dan Wakil Ketua HMJ Bahasa dan Sastra Indonesia Unimed) juga mampu meneruskan tradisi dengan merebut PHK APM 2010 dan lagi-lagi dua sejoli ini mejadi kampiun sebagai duta Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Se-Sumatera Utara dan mendapat dana hibah sebesar 25.000.000 (Dua puluh lima juta rupiah) untuk melaksanakan kegiatan berbasis sastra bagi mahasiswa. Selain Prestasi tersebut, Rudi dan Dani juga aktif menulis, karya mereka telah di muat dalam berbagai buku Antologi Cerpen dan Puisi serta dimuat dibeberapa surat kabar, demikian pula dengan Khairul Anam dan M. Irsyad yang terus berlomba bahkan perang antar saudara untuk berkarya demi komunitas GARPUTALA.

NB:
Sebenarnya masih banyak Komunitas lain yang belum mampu didedeteksi, akan tetapi semoga Komunitas di atas bisa dijadikan referensi bagi para generasi cinta karya untuk melabuhkan proses pertapaan karya dan berguru kedalaman ilmu, silahkan pilih dan tentukan mana yang terbaik untuk dijadikan rujukan dalam proses berkarya.

Tulisan ini dikutip dari http://omongomongsastrasumaterautara.blogspot.com, 7 Desember 2010, tapi tak diketahui siapa penulisnya. Yang jelas, posting-nya dilakukan Raudah Jambak.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s