Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Mei, 2011

Iwan Gunadi Kesemarakan pertumbuhan komunitas sastra sejak 1990-an secara faktual dapat dirujuk hingga hingga jauh ke masa silam. Pada era kerajaan-kerajaan, ketika tradisi tulisan sudah dikenal, para pujangga bekerja dengan dukungan komunitasnya, terutama dukungan raja. Para pujangga bekerja memadukan fakta dan titah atau keinginan raja dalam suatu karya sastra. Artinya, mereka bekerja sebagai salah satu [...]

Untuk mentranslate bahasa

Suwardi Endraswara Doktor Mistik, Pengajar  Sanggar Sastra FBS Universitas Negeri Yogyakarta Tiang penyangga budaya adalah kantong-kantong, sanggar, yayasan budaya, sastra dan seni. Tiga tahun terakhir ini, mereka itu rapuh, nyaris diam (mlempem), stagnan dan hampir menyentuh titik nadir, entah apa penyebabnya. Bahkan satu dua kelompok penyangga budaya, ada yang tidak jelas rimba dan persembunyiannya. Sebut [...]

Untuk mentranslate bahasa

Dalam pandangan Putu Wijaya, era 1945 merupakan masa ideal bagi pertumbuhan sastra Indonesia. Saat itu, lahir sekaligus eksponen penyair dan kritikus sastra yang kuat. Sinergi mereka menciptakan iklim sastra yang dinamis dan progresif. Dalam hal ini, Chairil Anwar dan HB Jassin menjadi ikon paling tipikal. Chairil mendobrak kecenderungan sastra Pujangga Baru yang penuh bunga-bunga kata. [...]

Untuk mentranslate bahasa

1. Pengantar Sejak beberapa tahun terakhir ini, salah satu wacana yang cukup hangat diperbincangkan dalam berbagai seminar dan kajian adalah berkaitan dengan konsep multikultural. Hal ini tidak mengherankan karena Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri atas berbagai kultur (budaya), negara multikultur yang sangat plural. Wacana tersebut menjadi kian penting untuk didiskusikan ketika terjadi berbagai benturan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Kegiatan sastra di Bandung, khususnya puisi, sejak tahun 1970-an hingga kini tidak mati-mati. Masing-masing zaman punya tokohnya sendiri, mulai dari gerakan Puisi mBeling yang digagas oleh penyair Remy Sylado dan Jeihan Sukmantoro pada tahun 1972-1973 di majalah Aktuil, hingga digelarnya Pengadilan Puisi pada 8 September 1974 oleh Yayasan Arena di Aula Universitas Parahyangan Bandung, dengan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Dua pergelaran seni dari dua grup kesenian di Medan mengisi program Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut di penghujung tahun 2010. Senin (13/12) sore D’lick Theater Team mementaskan drama “Fajar Sadik” karya Emil Sanosa disutradarai Yondik Tanto dan Rabu (15/12) Komunitas Seni Indonesia (KSI) Medan menggelar visualisasi puisi. Di kesempatan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Imamuddin SA Lamongan! Mungkin nama ini terlalu tabu di tengah-tengah semua gendang pendengaran anak manusia. Atau bisa jadi anda akan mengerutkan dahi dan bahkan merasa takut ketika nama tersebut disebut. Ya, bagi saya itu wajar. Kota kecil yang terletak antara kota pudak Gersik dan kota Bojonegoro ini memang pada mulanya dipandang sebelah mata oleh kota-kota [...]

Untuk mentranslate bahasa

Haris del Hakim Tulisan ini tidak hendak merekonstruksi sebuah gerakan secara komprehensif, namun sekadar mengambil salah satu sebuah gerakan halus yang terjadi secara simultan dan dapat disebut sebagai fenomena yang luar biasa. Selain dari itu, tulisan ini tidak menjamah ranah analisa karya yang memerlukan waktu yang panjang dan kajian lebih intens, tapi sekadar ulasan beberapa [...]

Untuk mentranslate bahasa

F. Rahardi Di Uzbekistan, ada padang terbuka dan berdebu.. Aneh, aku jadi ingat pada Umbu (Taufiq Ismail, Beri Daku Sumba, 1970) Siapakah Umbu? Hingga penyair Taufiq Ismail, menyebut nama itu dalam salah satu puisinya? Umbu, nama lengkapnya Umbu Landu Paranggi, adalah sosok misterius. Ia selalu menghindar dari publisitas. Tetapi dialah sumber energi yang sangat berpengaruh [...]

Untuk mentranslate bahasa

“Selamat Ulang Tahun Reboan!” Ucapan yang terangkai sepanjang malam ke-37 Sastra Reboan pada 27 April lalu. Malam istimewa di Warung Apresiasi (Wapres) Bulungan itu ditandai dengan peluncuran Bunga Rampai Antologi Cerpen dan Puisi 3Th Sastra Reboan. Buku Antologi “Kerlip Puisi Genyar Cerpen, Detak Nadi Sastra Reboan” adalah buku pertama yang menyatukan karya para penampil dan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.