Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk Februari, 2012

POLEMIK SASTRA-POLITIK

Idris Pasaribu Penulis mengira, polemik tentang sastra-politik-sastra, akan hampir selesai dan pembaca akan menyimpulkannya sendiri. Ternyata hari ini, kita harus menurunkan tulisan Jones Gultom. Mungkin minggu depan tulisan M. Raudah Jambak yang mulai ikut nimbrung. Polemik sehat ini benar-benar membuat kitra bahagia. Karena menurut para teman-teman, sudah 25 tahun lebih polemik serius seperti ini, tidak [...]

Untuk mentranslate bahasa

Jones Gultom Terlalu jauh tafsiran T. Agus Khaidir menanggapi polemik politik sastra yang digulirkan Yulhasni di ruang Rebana, Harian Analisa, beberapa minggu lalu. Meski membubuhkan tanda tanya dalam judul tulisannya, saya kira Agus Khaidir terjebak asumsinya sendiri. Politik sastra yang dimaksudkan Yulhasni, sebenarnya lebih kepada pernyataan retoris, jadi tak menentu arahnya. Mengait-ngaitkan konstelasi Lekra vs [...]

Untuk mentranslate bahasa

T. Agus Khaidir Penulis, Wartawan, dan Fotografer, Sesekali Ikut-ikutan Menulis sastra Iya, terus terang, saat Yulhasni melempar wacana politik dalam sastra -yakni sastrawan yang tidak berhenti sekadar pada teks, muncul sebuah tanda tanya besar. Apakah dia hendak menganjurkan para sastrawan, para penulis (dan juga pemikir serta akademisi) sastra untuk masuk ke ranah politik? Menjadi politikus? [...]

Untuk mentranslate bahasa

Yulhasni Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU Sekali lagi, jangan pernah menjauhkan sastra dari ranah politik. Sastra, meski itu hanya dunia imajinasi, di dalamnya terdapat pesan-pesan perubahan. Sastra tidaklah dunia yang sendiri dan lepas dari berbagai kepentingan yang bermain di dalamnya. Jika politik adalah medium pencapaian tarik-ulur kepentingan, maka sastra adalah sesuatu alat penjernihan [...]

Untuk mentranslate bahasa

POLITIK DALAM SASTRA SUMUT

Budi P. Hatees Esais, Jurnalis, dan Pengajar Komunikasi Karya sastra adalah sesuatu yang tak mengenal nilai konstan seperti halnya dunia eksakta. Tidak ada rumus dan formula dalam karya sastra. Dunia kreatif ini kaya akan tafsir dan tak ada satu tafsir pun yang benar-benar mewakili realitas di dalamnya. Segala upaya penunggalan tafsir atas karya sastra adalah [...]

Untuk mentranslate bahasa

Yulhasni Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UMSU Terlalu mengenyampingkan ranah politik dalam sastra, pada sisi lain membuat pelbagai realitas rakyat tak tertampung. Meski wacana sastra dan politik diskursus yang telah usang, akan tetapi itu akan tetap ditagih pembaca sebagai wujud tanggung jawab pengarang. Tentu saja, tidak serta-merta semua pengarang menyetujui konsep ini. Bicara soal [...]

Untuk mentranslate bahasa

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 43 pengikut lainnya.