Idris Pasaribu Penulis mengira, polemik tentang sastra-politik-sastra, akan hampir selesai dan pembaca akan menyimpulkannya sendiri. Ternyata hari ini, kita harus menurunkan tulisan Jones Gultom. Mungkin minggu depan tulisan M. Raudah Jambak yang mulai ikut nimbrung. Polemik sehat ini benar-benar membuat kitra bahagia. Karena menurut para teman-teman, sudah 25 tahun lebih polemik serius seperti ini, tidak [...]
Arsip untuk ‘RUBRIK’ Kategori
POLEMIK SASTRA-POLITIK
Diposkan dalam RUBRIK, Label ESAI, Idris Pasaribu pada 18 Februari 2012 | 1 Komentar »
BUKAN POLITIK SASTRA, TAPI KRISIS KEMANUSIAAN
Diposkan dalam RUBRIK, Label ESAI, Jones Gultom pada 18 Februari 2012 | Tinggalkan sebuah Komentar »
Jones Gultom Terlalu jauh tafsiran T. Agus Khaidir menanggapi polemik politik sastra yang digulirkan Yulhasni di ruang Rebana, Harian Analisa, beberapa minggu lalu. Meski membubuhkan tanda tanya dalam judul tulisannya, saya kira Agus Khaidir terjebak asumsinya sendiri. Politik sastra yang dimaksudkan Yulhasni, sebenarnya lebih kepada pernyataan retoris, jadi tak menentu arahnya. Mengait-ngaitkan konstelasi Lekra vs [...]
ADAKAH SEMACAM “AFFAIR” LEKRA VS MANIKEBU JILID II?
Diposkan dalam RUBRIK, Label ESAI, T. Agus Khaidir pada 18 Februari 2012 | Tinggalkan sebuah Komentar »
T. Agus Khaidir Penulis, Wartawan, dan Fotografer, Sesekali Ikut-ikutan Menulis sastra Iya, terus terang, saat Yulhasni melempar wacana politik dalam sastra -yakni sastrawan yang tidak berhenti sekadar pada teks, muncul sebuah tanda tanya besar. Apakah dia hendak menganjurkan para sastrawan, para penulis (dan juga pemikir serta akademisi) sastra untuk masuk ke ranah politik? Menjadi politikus? [...]