Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘Berita’ Kategori

MATI TUMBUHNYA KOMUNITAS SASTRA

MEMASUKI tahun 1980-an kehidupan sastra di Bandung, khususnya dalam bidang penulisan puisi digerakan oleh komunitas-komunitas sastra, yang para aktivisnya rela mengeluarkan uang untuk kegiatan tersebut. Sebelum Kerabat Pengarang Bandung (KPB) berdiri yang dimotori oleh penyair Yessi Anwar dan Diro Aritonang, Anton de Sumartana terlebih dahulu mendirikan komunitas Swawedar 67 yang aktif menyelenggarakan kegiatan baca dan [...]

Untuk mentranslate bahasa

MELURUSKAN PERAN KOMUNITAS

Penyair Acep Zamzam Noor menekankan pentingnya peran komunitas dalam perkembangan kesenian di Indonesia. Di sela-sela kesibukannya mengurus komunitas satra di kampung halamannya, Tasikmalay, ia meluangkan waktu bagi Jurnal Nasional untuk bicara soal komunitas, politik sastra, dan makna kesenimanan itu sendiri.

Di Indonesia ada banyak sekali komunitas kesenian yang tersebar di berbagai daerah, bagaimana Anda memandang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Pemimpin Redaksi djoernal sastra Boemipoetra Wowok Hesti Prabowo mungkin bisa dikatakan termasuk golongan putih (Golput). Karena, rambutnya putih, kumisnya putih, jenggotnya pun putih. Begitu menerbitkan Boemipoetra, dunia sastra Indonesia mengalami gonjang-ganjing. Ada yang terkejut, ada yang merasa risih, ada yang merasa disudutkan, ada yang mencaci-maki, ada yang menuduhnya sebagai lembaran fitnah, dan berbagai-bagai perasaan lainnya. [...]

Untuk mentranslate bahasa

SEBUAH obrolan selepas di depan Taman Budaya Kalimantan Timur seusai Kongres Cerpen Indonesia V di Banjarmasin, 26 Oktober 2007 yang lalu.
DI situ ada Saut Situmorang, Isbedy Z.S., Ari Pahala, Oyos, dan cerpenis Trianto Trianto Triwikromo. Hanya sebuah obrolan santai sambil saling berseloroh. Tapi tiba-tiba suasana menjadi serius dan panas. Dan itu dimulai dengan pertanyaan Saut [...]

Untuk mentranslate bahasa

Afrizal Malna adalah seorang penyair penting Indonesia yang selalu berupaya mengeskplorasi setiap ruang pergaulan sastra sebagai arena hidup. Ia pernah mendirikan komunitas sastra, menggeluti kelompok teater, dan juga mengembara ke kota-kota di Indonesia dan mancanegara. Semua ini, adalah bagian dari upayanya menemukan makna terjauh dari bidang kesenimanan yang diperjuangkannya. Kini, kepada Jurnal Nasional, ia menyampaikan [...]

Untuk mentranslate bahasa

PENGANTAR

Dodi Ahmad Fauji
Manusia sebagai homonilupus sekaligus homo socius, yang menurut Injil dan Quran, suka saling memerangi sesamanya, pada akhirnya sukar keluar dari pekubuan dan saling serang. Alasannya, bisa hanya karena rebutan jatah makan demi ketahanan hidup. Bagi yang sudah establish dalam soal survival, yang jadi rebutan bergser ke soal eksistensi, pengaruh, atau kekuasaan.
Perlombaan eksistensi telah [...]

Untuk mentranslate bahasa

Goenawan Mohamad adalah orang Barat yang lahir di Batang, demikian julukan yang pernah diberikan kepadanya oleh Hamid Basyaib. Bagaimana pemikirannya tentang dinamika kesusasteraan Indonesia saat ini: tentang serangan sekelompok sastrawan pada dirinya dan Komunitas Utan Kayu yan ia dirikan? Bagaimana pula ia memaknai perdebatan sastra yang pernah terjadi dulu dan sekarang?
Pendiri majalah TEMPO itu menuturkan [...]

Untuk mentranslate bahasa

Rizka Maulana

Mas Sitok, saya mau wawancara tertulis lewat e-mail dengan Anda.
Soalnya bulan Ramadhan ini jalanan macet dan saya tinggal di Bogor.
Kalau Mas Sitok setuju, inilah pertanyaannya:

RM: Dalam polemik yang bersliweran tentang TUK (atau KUK) Mas Sitok
tidak memberikan keterangan atau komentar selama ini.
Mengapa? Menganggap sepi serangan itu?

SS:  Hello, Rizka. Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaanmu,
izinkan saya bertanya dulu. Dapatkah [...]

Untuk mentranslate bahasa

A. Kurnia
Di bawah ini adalah petikan wawancara tertulis yang saya lakukan dengan Goenawan Mohamad, yang jawabannya saya terima pada tanggal 25 Agustus 2007 lalu. Rencananya akan saya gunakan sebagai bahan tesis saya, akan tetapi petikan wawancara ini saya kira bemanfaat untuk dibaca, mengingat debat ramai di beberapa mailing list di internet akhir-akhir ini.
Pertanyaan: Ada yang [...]

Untuk mentranslate bahasa

Kami, di Komunitas Utan Kayu (KUK), tahu bahwa Saut Situmorang dan sejumlah pendukungnya tak henti-hentinya menyerang kami di internet. Maaf, kami tidak bisa membalas, bahkan belum bertanya, apa alasan kebencian itu. Kami sedang sibuk.
Kami baru selesai menyelenggarakan Festival Sastra Internasional di Jakarta dan di Magelang, di bawah Borobudur, dengan sebuah tim yang diketuai Sitok Srengenge. [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tulisan yang Lebih Tua »