Feeds:
Tulisan
Komentar

Arsip untuk ‘profil komunitas’ Kategori

Ahmadun Yosi Herfanda
Sastrawan dan Wartawan
Meski bergerak ke arah perbaikan, negeri ini masih banyak menyisakan potret buram. Dan, itulah yang disorot oleh sastrawan Taufiq Ismail pada orasi sastranya dalam acara Nongkrong Sastra dan Musik Merdeka di plasa Gelanggang Remaja Jakarta Pusat, di Planet Senen, Jumat, 29 Agustus 2008, yang lalu.
“Sesudah enam puluh tiga tahun merdeka, [...]

Untuk mentranslate bahasa

SENIMAN SENEN

Jauh hari sebelum Jakarta berdenyut cepat seperti sekarang, kawasan Senen sudah menjadi pusat beragam aktivitas. Mulai dari perniagaan hingga kesenian. Ya, di sanalah tempat berkumpulnya para Seniman Senen. Dulu, saban hari Seniman Senen berseliweran di sekitar Bioskop Grand, pagar Proyek Senen, dan Gelanggang Olah Raga Senen.
Di Senen, sejatinya para seniman tak memiliki tempat yang mewah [...]

Untuk mentranslate bahasa

Tahun 50-an Senen populer sebagai tempat berkumpulnya para seniman. Mereka disebut sebagai Seniman Senen. Tempat nongkrong mereka tepatnya dalam pengakuan Sobron Aidit, ”antara Bundaran Kramat dan Senen.”
Inti Seniman Senen sendiri, menurut Ajip Rosidi, adalah orang-orang macam Wahid Chan, Sukarno M. Noor, Ismed M. Noor, Wim Umboh, dan Misbach J. Biran. Ada juga Rendra Karno, Zainal [...]

Untuk mentranslate bahasa

Suyadi San
Pegiat Sastra dan Staf Teknis Balai Bahasa Medan
SUNGAI Batanghari menjadi saksi. Melalui perdebatan panjang, Temu Sastrawan Indonesia (TSI) I di Jambi menghasilkan sejumlah rekomendasi. Di antaranya, terbentuknya wadah yang diberi nama Aliansi Sastra Indonesia (ASI) serta penunjukan Provinsi Bangkabelitung dan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah TSI II 2009 dan TSI III 2010.
Bagaimanakah ketika [...]

Untuk mentranslate bahasa

Iman Budhi Santosa
Penyair

Dicatat atau tidak, diakui atau tidak, pertumbuhan dan perkembangan sastra Indonesia di Yogya (dan juga daerah-daerah lain di Tanah Air kita) tentu memiliki spesifikasinya masing-masing. Misalnya, dinamika serta dialektika kehidupan sastra Indonesia di Jakarta akan tidak sama dengan apa yang terjadi di Bandung, Yogya, Semarang, Surabaya, Madura, Bali. Karena setiap [...]

Untuk mentranslate bahasa

KIPRAH KSI DALAM RELASI KEKELUARGAAN

Iwan Gunadi
Pemerhati Komunitas Sastra di Indonesia
Mulanya adalah rencana penerbitan buku puisi para penyair yang tinggal di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek)—buku ini kemudian diterbitkan Roda-Roda Budaya, Tangerang, Jawa Barat[1], dengan tajuk Kumpulan Puisi Trotoar. Di sela-sela persiapan penerbitan buku tersebut dan peluncurannya pada 26 Oktober 1996 di Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin, Taman [...]

Untuk mentranslate bahasa

Restoe Prawironegoro Ibrahim
Ketua Umum Komunitas Sastra Jalanan Indonesia
Judul tulisan saya di atas ini sebenarnya merupakan sebuah jawaban dari Eksistensi Sastrawan (di) Jalanan, yang ditulis oleh Mohammad AW, aktivis dari Komunitas Sastra Pinggiran Jember, Harian Surya, 27 Januari 2008, yang mengatakan bahwa sastrawan jalanan merupakan sebuah wacana dan mediator dalam dunia kesusastraan Indonesia dalam menjamurkan [...]

Untuk mentranslate bahasa

 
Sementara publik sastra Indonesia akhir-akhir ini riuh rendah oleh berbagai silang-sengkarut dan percekcokan atas nama “politik sastra” dan “moral” di milis, Kongres Cerpen Indonesia (KCI) V berlangsung di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Banyak dugaan bahwa kongres ini akan menjadi arena selanjutnya dari percekcokan yang segera muncul di antara para sastrawan yang hadir, dan yang kemudian akan [...]

Untuk mentranslate bahasa

FLP, PENULIS DARI 100 KOTA

Helvy Tiana Rosa
Pendiri FLP
Dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya, jumlah penulis di Indonesia—sebagaimana jumlah pertumbuhan penduduknya–sangat besar. Pada dekade terakhir Indonesia diramaikan oleh munculnya penulis muda berusia di bawah 30 tahun serta maraknya pertumbuhan kantong-kantong sastra di Jakarta dan di banyak kota besar lainnya.
Salah satu yang dianggap fenomenal adalah munculnya Forum Lingkar Pena [...]

Untuk mentranslate bahasa

Iwan Gunadi
Untuk menyokong semangat pergerakan nasional, pada periode 1920-an dan 1930-an, banyak tokoh nasional, termasuk para sastrawan, mencoba mencari dan merumuskan identitas kebudayaan Melayu (baca: Indonesia): apakah kebudayaan Melayu mesti digali dari khazanah asli kebudayaan yang hidup di Nusantara atau berkaca pada kebudayaan Barat. Di bidang kesusastraan, pertanyaan tersebut dijawab Sutan Takdir Alisjahbana dengan mencoba [...]

Untuk mentranslate bahasa