<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Indonesia Literary Community</title>
	<atom:link href="http://komunitassastra.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://komunitassastra.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Dec 2009 03:44:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di MEMBANGUN KOMUNITAS SASTRA DI JATIM oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-164</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 03:44:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-164</guid>
		<description>Tambahan catatan komunitas sastra di Jatim dan Yogya, sastrawan/pelukis/kritikus seni Agus Dermawan T juga berasal dari Banyuwangi, meskipun dia secara langsung tidak terlibat dalam BSC atau Persada Blambangan. Agus mulai eksis ketika di Yogya dan kuliah di ASRI. Dia seorang idealis dan saya pernah bersamanya mengasuh Majalah Pelajar &amp; Mahasiswa Banyuwangi di Yogyakarta. Dari Banyuwangi juga tercatat nama Suripan Sadi Hutomo yang juga bergerak di bidang sastra Jawa, di samping pengarang bahasa Jawa lain yang produktif yaitu Esmiet. Sementara itu dulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan catatan komunitas sastra di Jatim dan Yogya, sastrawan/pelukis/kritikus seni Agus Dermawan T juga berasal dari Banyuwangi, meskipun dia secara langsung tidak terlibat dalam BSC atau Persada Blambangan. Agus mulai eksis ketika di Yogya dan kuliah di ASRI. Dia seorang idealis dan saya pernah bersamanya mengasuh Majalah Pelajar &amp; Mahasiswa Banyuwangi di Yogyakarta. Dari Banyuwangi juga tercatat nama Suripan Sadi Hutomo yang juga bergerak di bidang sastra Jawa, di samping pengarang bahasa Jawa lain yang produktif yaitu Esmiet. Sementara itu dulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SEPINTAS SASTRAWAN DAN KOMUNITAS  SASTRA  DI KALIMANTAN oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/07/22/sepintas-sastrawan-dan-komunitas-sastra-di-kalimantan/#comment-163</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 17:32:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/?p=267#comment-163</guid>
		<description>Ketika di Kalteng dulu, saya mengenal nama-nama penyair/sastrawan Kalteng seperti Fridolin Ukur, Badar Sulaiman Usin, Kusni, J.F. Nahan, dan M. Makmur Anwar. Kalangan yang lebih muda, selain nama-mana dalam artikel, ada seorang penyair muda wanita yang berbakat ketika menjadi mahasiswa saya yaitu Wahidah F. Dirun. Kemudian, Ami... (putri M. Makmur Anwar). Untuk lingkup Kalteng pada waktu itu, potensinya termasuk lebih dari lumayan. Kemudian, ada beberapa nama lain yaitu Suryadipura (Pengasuh Ruang Sastra salah satu Radio Swasta Naga di Palangkaraya) dan ...(guru bahasa Inggris di salah satu sekolah di Kalteng), Pahit Narotama (putra M. Makmur Anwar). Saya tidak tahu di mana keberadaan mereka sekarang.  Begitulan. Salam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika di Kalteng dulu, saya mengenal nama-nama penyair/sastrawan Kalteng seperti Fridolin Ukur, Badar Sulaiman Usin, Kusni, J.F. Nahan, dan M. Makmur Anwar. Kalangan yang lebih muda, selain nama-mana dalam artikel, ada seorang penyair muda wanita yang berbakat ketika menjadi mahasiswa saya yaitu Wahidah F. Dirun. Kemudian, Ami&#8230; (putri M. Makmur Anwar). Untuk lingkup Kalteng pada waktu itu, potensinya termasuk lebih dari lumayan. Kemudian, ada beberapa nama lain yaitu Suryadipura (Pengasuh Ruang Sastra salah satu Radio Swasta Naga di Palangkaraya) dan &#8230;(guru bahasa Inggris di salah satu sekolah di Kalteng), Pahit Narotama (putra M. Makmur Anwar). Saya tidak tahu di mana keberadaan mereka sekarang.  Begitulan. Salam!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Selamat Berkunjung oleh Red</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/selamat-berkunjung/#comment-162</link>
		<dc:creator>Red</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 19:55:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/?page_id=155#comment-162</guid>
		<description>blog walking ke tempat sobat :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>blog walking ke tempat sobat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MEMBANGUN KOMUNITAS SASTRA DI JATIM oleh ragajiwa</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-161</link>
		<dc:creator>ragajiwa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Dec 2009 19:37:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-161</guid>
		<description>Pak Yoko S Passandaran, terima kasih banyak atas beberapa catatan tambahannya yang sangat berharga. Kalau sempat, kami akan senang sekali kalau tulisan Bapak tentang komunitas sastra, khususnya di Yogyakarta, dapat dikirimkan kepada kami melalui ragajiwa07@yahoo.com, sehingga dapat melengkapi tulisan-tulisan lain yang ada di blog sederhana ini.
Semoga Pak Yoko selalu sehat dan produktif.

Salam,
Redaksi Komunitas Sastra Indonesia (Indonesia Literary Community)
Ragajiwa</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Yoko S Passandaran, terima kasih banyak atas beberapa catatan tambahannya yang sangat berharga. Kalau sempat, kami akan senang sekali kalau tulisan Bapak tentang komunitas sastra, khususnya di Yogyakarta, dapat dikirimkan kepada kami melalui <a href="mailto:ragajiwa07@yahoo.com">ragajiwa07@yahoo.com</a>, sehingga dapat melengkapi tulisan-tulisan lain yang ada di blog sederhana ini.<br />
Semoga Pak Yoko selalu sehat dan produktif.</p>
<p>Salam,<br />
Redaksi Komunitas Sastra Indonesia (Indonesia Literary Community)<br />
Ragajiwa</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MEMBANGUN KOMUNITAS SASTRA DI JATIM oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-160</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 18:15:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-160</guid>
		<description>Tambahan, nama-nama seperti Alex Suprapto (penyanyi dan penulis skenario sinetron TVRI periode 1980-1990-an asal Yogya) dan Prasetya Budhi Utama juga berangkat menjadi penulis dari BSC alias Persada Blambangan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tambahan, nama-nama seperti Alex Suprapto (penyanyi dan penulis skenario sinetron TVRI periode 1980-1990-an asal Yogya) dan Prasetya Budhi Utama juga berangkat menjadi penulis dari BSC alias Persada Blambangan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di MEMBANGUN KOMUNITAS SASTRA DI JATIM oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-159</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 18:10:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/2009/11/06/membangun-komunitas-sastra-di-jatim/#comment-159</guid>
		<description>Di Banyuwangi tahun 1970-an dulu sudah ada kelompok Blambangan Sastra &amp; Teater Club (BSC) yang diasuh oleh Hasnan Singodimayan dan dibidani oleh penyair Pomo Martadi, Cipto Abadi, saya sendiri, Sudhono, ...Pratiwi, Azmi Savitri, dan lain-lain. Media utamanya adalah Ruang Sastra Budaya RKPD Blambangan Banyuwangi dan media cetak stensilan &#039;Lontar&#039;, dan berbagai antologi sastra (baca: puisi) stensilan. BSC ini kemudian berubah nama menjadi Persada Blambangan, yang melahirkan sejumlah nama seperti Nirwan Dewanto, Buyung Pramunsyi, Frans R. Passandaran, Anthony E. Passandaran, di samping nama para tokoh pendiri dan pengasuhnya.
BSC atau Persada Blambangan itu muncul sebelum di Jember muncul nama-nama tokoh sastra akademisi seperti C. Sudjarwadi, Bambang..., dan Ayu Sutarto.
Mudah-mudahan catatan kecil ini bisa melengkapi dokumentasi sastra di Jawa Timur. Semoga dan salam sastra.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Di Banyuwangi tahun 1970-an dulu sudah ada kelompok Blambangan Sastra &amp; Teater Club (BSC) yang diasuh oleh Hasnan Singodimayan dan dibidani oleh penyair Pomo Martadi, Cipto Abadi, saya sendiri, Sudhono, &#8230;Pratiwi, Azmi Savitri, dan lain-lain. Media utamanya adalah Ruang Sastra Budaya RKPD Blambangan Banyuwangi dan media cetak stensilan &#8216;Lontar&#8217;, dan berbagai antologi sastra (baca: puisi) stensilan. BSC ini kemudian berubah nama menjadi Persada Blambangan, yang melahirkan sejumlah nama seperti Nirwan Dewanto, Buyung Pramunsyi, Frans R. Passandaran, Anthony E. Passandaran, di samping nama para tokoh pendiri dan pengasuhnya.<br />
BSC atau Persada Blambangan itu muncul sebelum di Jember muncul nama-nama tokoh sastra akademisi seperti C. Sudjarwadi, Bambang&#8230;, dan Ayu Sutarto.<br />
Mudah-mudahan catatan kecil ini bisa melengkapi dokumentasi sastra di Jawa Timur. Semoga dan salam sastra.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tentang Kami oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/tentang/#comment-158</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 17:48:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-158</guid>
		<description>Salut buat KSI! Biar pun bukan milik organisasi dan tidak akan melembaga ke sana, tapi secara alami KSI telah melembaga dengan sendirinya. Tinggal bagaimana sang pemilik blog memanfaatkannya untuk kebutuhan finansialnya agar blog ini dapat ditingkatkan fungsi idealismenya untuk mengembangkan dan menyemarakkan sastra Indonesia. Semoga dan salam sastra!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut buat KSI! Biar pun bukan milik organisasi dan tidak akan melembaga ke sana, tapi secara alami KSI telah melembaga dengan sendirinya. Tinggal bagaimana sang pemilik blog memanfaatkannya untuk kebutuhan finansialnya agar blog ini dapat ditingkatkan fungsi idealismenya untuk mengembangkan dan menyemarakkan sastra Indonesia. Semoga dan salam sastra!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di DUNIA PENULIS YOGYAKARTA oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/12/08/dunia-penulis-yogyakarta/#comment-157</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 17:36:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/?p=402#comment-157</guid>
		<description>Sepeninggalan Umbu Landu Paranggi, sebenarnya beberapa teman pernah muncul menggantikannya seperti Emha Ainun Nadjib, Linus Suryadi (alm), Teguh Ranusastra Asmara, dan Ragil Suwarno Pragola (alm). Namun, ketahanan mereka tidak mampu menyamai Umbu. Bukan karena kualitas apa yang mereka lakukan, melainkan lebih kepada keinginan para pengganti itu untuk tampil lebih dari sekadar Umbu yang hanya setia pada diri sendiri tanpa keinginan memanfaatkan peluang ke depan yang lebih menjanjikan. Umbu adalah seorang &#039;empu&#039; sedangkan para penerusnya adalah para &#039;ksatria&#039;. Ksatia yang punya semangat berjuang menjadi profesinal untuk masa depan yang lebih baik secara finansial dan kualitas karyanya.
Belakangan ini muncul nama seorang Hari Leo yang sekalipun sempoyongan secara finansial, selalu mengangkat kegiatan sastra secara lebih kongkret melalui temu sastra dan temu budaya di Taman Budaya Yogyakarta minimal sekali dalam sebulan. Gaungnya tidak sehebat pendahulunya karena ia hanya mengandalkan temu wicara langsung dan single fighter, meskipun di belakangnya ada nama-nama seperti Mustofa W. Hasyim, Iman Budi Santoso, saya sendiri, dan beberpa teman dari dunia penerbitan. Hari Leo telah berulang kali gagal untuk memediasi media massa cetak di Yogyka untuk menjadi media bagi para sastrawan/penulis seperti koran Pelopor Jogja era Persada Studi Klub dulu. Begitulah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepeninggalan Umbu Landu Paranggi, sebenarnya beberapa teman pernah muncul menggantikannya seperti Emha Ainun Nadjib, Linus Suryadi (alm), Teguh Ranusastra Asmara, dan Ragil Suwarno Pragola (alm). Namun, ketahanan mereka tidak mampu menyamai Umbu. Bukan karena kualitas apa yang mereka lakukan, melainkan lebih kepada keinginan para pengganti itu untuk tampil lebih dari sekadar Umbu yang hanya setia pada diri sendiri tanpa keinginan memanfaatkan peluang ke depan yang lebih menjanjikan. Umbu adalah seorang &#8216;empu&#8217; sedangkan para penerusnya adalah para &#8216;ksatria&#8217;. Ksatia yang punya semangat berjuang menjadi profesinal untuk masa depan yang lebih baik secara finansial dan kualitas karyanya.<br />
Belakangan ini muncul nama seorang Hari Leo yang sekalipun sempoyongan secara finansial, selalu mengangkat kegiatan sastra secara lebih kongkret melalui temu sastra dan temu budaya di Taman Budaya Yogyakarta minimal sekali dalam sebulan. Gaungnya tidak sehebat pendahulunya karena ia hanya mengandalkan temu wicara langsung dan single fighter, meskipun di belakangnya ada nama-nama seperti Mustofa W. Hasyim, Iman Budi Santoso, saya sendiri, dan beberpa teman dari dunia penerbitan. Hari Leo telah berulang kali gagal untuk memediasi media massa cetak di Yogyka untuk menjadi media bagi para sastrawan/penulis seperti koran Pelopor Jogja era Persada Studi Klub dulu. Begitulah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SEPINTAS SASTRAWAN DAN KOMUNITAS  SASTRA  DI KALIMANTAN oleh Yoko S Passandaran</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/07/22/sepintas-sastrawan-dan-komunitas-sastra-di-kalimantan/#comment-156</link>
		<dc:creator>Yoko S Passandaran</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Dec 2009 17:11:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/?p=267#comment-156</guid>
		<description>Tulisan ini merupakan catatan dan dokumentasi berharga bagi kehidupan sastra Indonesia di Bumi Kalimantan. Sayang kalau dilewatkan. Selamat buat penulisnya dan selamat buat pengelola media ini. Ars longa vita brevis! Salam sastra!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini merupakan catatan dan dokumentasi berharga bagi kehidupan sastra Indonesia di Bumi Kalimantan. Sayang kalau dilewatkan. Selamat buat penulisnya dan selamat buat pengelola media ini. Ars longa vita brevis! Salam sastra!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di PURWOKETO, SASTRA, DAN KOMUNITAS oleh surya esa</title>
		<link>http://komunitassastra.wordpress.com/2009/10/12/purwoketo-sastra-dan-komunitas/#comment-155</link>
		<dc:creator>surya esa</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 01:58:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://komunitassastra.wordpress.com/?p=347#comment-155</guid>
		<description>mari kita berjuang dan berdoa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari kita berjuang dan berdoa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
