Kami mengundang Anda untuk turut terlibat memperkaya isi blog ini dengan mengirimkan esai, berita, saran, komentar, dan sejenisnya. Tapi, dengan sangat menyesal, kami tentu tak akan memuat setiap kiriman Anda. Kami akan mengutamakan naskah-naskah yang bermanfaat untuk perkembangan kemajuan dunia komunitas sastra di Indonesia dan tak terseret pada tendensi-tendensi untuk menyerang kelompok atau pribadi tertentu.
Untuk itu, silakan kirimkan naskah-naskah Anda tentang komunitas sastra ke ragajiwa07@yahoo.com. Terima kasih.
assalamualaikum……salam Sastra boleh ikutan ngisi puisi??
Puisi :Oka Miharzha S. ( AbdulKarim )
Tanah Bumbu Kalimantan Selatan
GUMAMKU ADALAH KOMENTARKU
Gumamku adalah komentarku
iya selalu merapat dibenakku, tak mau bertahan lama
tapi selalu sia-sia bila iya ingin bunuh diri
melepas semua bencana demi bencana dalam lingkar cicin api
dijemari ibu pertiwi
aku sesekali memanjat dinding bumi
tak sanggup menyandang, amarah tuhan
tak kuasa menafsirkan keinginannya
Gumamku adalah komentarku
membentur retak-retak bumi
pecahnya kapal-kapal di laut
melayang jatuhnya capung-capung besi
melepuhnya panas bumi, membakar segalanya
di daratan
yang tinggal hanya tanda tanya, mengapa ini harus terjadi ?
teroris tak juga habis
korupsi sepertinya tak mungkin zero
apakah kesejahteraan akan bisa dibeli, oleh kegiatan bersih-bersih
entahlah…..
Gumamku adalah komentarku lagi
menuntut kepada sang ” Semar “, turun gunung
memberikan kedamaian di maya pada
bukan hanya wacana
tapi tindakan kenyataan yang tak sia-sia
merumputlah kita semua menjadi pupuk
dan menanam berjuta pohonan
memetik buah-buah, mencicipinya hati-hati
merasakan, apakah manis,kecut, atau tawar
inilah gumamku pada ibu pertiwiku
akankah ada jawabnya
Tahukah kamu?
oleh mawarbiru
Tahukah kamu kalo aku temanmu
Tahukah kamu kalo aku yang selalu menolongmu
Tahukah kamu kalo aku sayang kamu
Tahukah kamu kalo aku yang selalu ada untukmu
Tapi…
Tapi kenapa kamu lupakanku
Tapi…
Tapi kenapa kamu menjauhiku
Karena aku bukan diriku yang dulu
Karena aku sekarang bukanlah teman sekolahmu
Karena aku sekarang tak sepintar dulu
Karena aku bukanlah anak sekolah unggulan sepertimu
Kenapa?
Kenapa kau membedakan hal itu?
Kenapa?
Kenapa kau memperlakukan aku seperti itu?
Teman…
Aku tak ingin jauh darimu
Teman…
Aku tak ingin melupakan dirimu
Kau tak pernah tahu arti persahabatan
Kau tak pernah tahu arti kasih sayang
Kau tak pernah tahu isi hatiku
Kau tak pernah tahu aku menangis untukmu
Sekarang ku coret namamu dalam hidupku
Sekarang ku hapus kenangan bersamamu
Sekarang ku lupakan semua cerita kamu dengan diriku
Sekarang ku buang semua hadiah darimu
Teman
Maaf aku tak bisa memaafkanmu
Teman
Maaf aku tlah sadis menghakimu
Teman
Semoga kau dapati yang lebih dariku
Teman
Semoga kau bisa pahami keadaanku
Keadaanku yang sekarang
Yang jauh dari diriku yang dulu
Keadaan aku yang sekarang
Yang tak bisa mengikuti gayamu seperti masa lalu
Teman
Selamat tinggal
Teman
Karena aku telah meninggal
BUNDA
Bunda,,
Kasih sayangmu tiada batas
Kasih sayangmu sepanjang masa
Engkau selalu memberi apa yang aku inginkan
Engkau selalu memberi apa yang aku perlukan
Engkau selalu memberi apa yang aku butuhkan
Engkau selalu menasehatiku…
engkau selalu ngomel ketika aku salah..
Bunda..
Engkau selalu memelukku dengan kasihmu..
engkau selalu memelukku daengan kasihmu
Engkau selalu memelukku ketika aku sakit
Engkau memelukku disaat aku jatuh..
Disaat aku menangis..
Dan disaat aku bahagia
Engkau selalu berdo’a disetiap langkahku..
Disetiyap denyut nadiku..
Disetiap datak jantungku..
Disetiap aliran darahku..
Engkau selalu mendukungku disetiap langkahku
Bunda,,
Aku rindu pelukanmu..
Aku rindu nasehatmu..
Aku rindu omelanmu..
aku rindu kasih sayangmu..
Bunda..
Betapa ku merindukanmu
Betapa kumenyayangimu
Kini..
Ku sudah dewasa
Akan ku buktikan ku mampu penuhi maumu..
Kan ku buktikan ku bisa jadi yang terbaik yang engkau inginkan..
Dan engkau harapkan..
Teruslah temani hari-hariku lewat do’a-do’amu
Semoga engkau selalu sehat dan selalu dalam ridhonya..
Amin..
“Cah Elex Oey”
Bukan hanya keinginan hati
ketika menaklukkan ketinggian-ketinggianmu…
tapi merayapi dinding-dinding terjalmu adalah keindahan
bukan hanya membusungkan dada kami dipuncakmu
ketika bendera berkibar ditengah angin yang menderu
tapi kekuasaan Sang Maha Pencipta adalah jalannya
Wanita, Ibu, Perempuan,
(harga susu melambung tinggi) dan Bundaran HI
Hai, kami menerima berbagai tekanan,
adakah pembicaraan?
ada… hanya berupa dagelan yang ter lahir dari dagelan konyol dari kursi empuk para pejabat.
Adakah penafsiran logika?
ada… bahkan kami berfikir rasional.
Sebab kami tak berharap mati konyol,
konon kekuasaan tirani masanya bercokol,
sebab, banyak tugas kami, beban kami memapah generasi penerus,
sebab, kami bukan politikus,
sebab, kami hanyalah sekumpulan kelompok yang katanya kaum lemah,
sebab, dengan begitu, kelemahan kami ada pada terlahirnya generasi penerus,
sebab, kami hanya menelusuri jalan- jalan yang akan ditempuh manusia- manusia terlahir.
sebab, terlalu banyak kemunafikan,
sebab, kami berusaha merambah, menebas, dan merintis jalan yang penuh semak onak duri, dan menjaga, memapah langkah dalam perjalanan generasi yang kami lahirkan.
Ternyata, kembali pada- Mu Yaa Allah, senjata kami adalah do’a kami dalam jalan yang masing- masing kami yakini,
kembali pada kuasa-Mu
Para Ibu, wanita dan perempuan digiring layaknya menggiring penjahat…
Para pejabat, tidakkah mereka sadar kaum kami yang melahirkan mereka?
kami meradang,
sebab, kami cemas semua menjadi kandas,
sebab, di kiri- kanan kami jurang curam, didepan kami aral melintang, penuh dengan kerikil tajam dan onak duri.
Negeri kami yang bergejolak, seperti gejolak hati para Wanita, Ibu dan perempuan yang hadir dibawah panas terik matahari.
Bimbing kami Yaa Allah, selamatkan generasi penerus Bangsa,
hadirkan kehangatan pada hati Bangsa kami tercinta.
Terimakasih dan bersyukur dengan tawarannya untuk menjadi wadah jahilnya tangan2 untuk menulis.
Salam kenal dari Bogor, websiteku blum jadi karena aku fushyinkkk buat bebenahnya.
Mudah2 an aku diterima dengan baik dalam Komunitas Sastra Indonesia.
Salam hangat
widyas
Salam kenal
salam seni budaya
salam sastra untuk semua
semoga hadir ku dapat di terima di ruang komunitas sastra Indonesia
aku coba mempersembahkan untuk sastra Indonesia dengan merangkum karya sastra putra trenggalek dalam http://www.Sastratrenggalek.Blogspot.Com yang memuat karya puisi dan cerpen ku serta kawan kawan ku di komunitas trenggalek sastra yang ku dirikan 9 september 2009 kemaren.Semoga kehadiran ku di terima
wasalam
Toni saputra(ToSa)
derita demi derita mendera berujung sepi,lambat tanpa tepi,semakin kuat jiwa ini bermufakat yang haram,lemah untuk yang halal bertambah panjang tanduk di kepalaku ,tumbuh pula ekor yakni tak ubahnya hewan berkembang ,brpqr sprti hewan,miskin di dunia,miskin di akherat,tak bisa kutolak,tak sanggup kulawan,derita yang memilih jalan,memaksa,kupaksa,kudipaksa bersama derita,kekiri,kekanan,horizontal,vertikal tak ada jalan keluar,hanya diam atw ikut sura terbanyak,tidur tak hentikan derita hanya menundanya,berlaripun tak dapat menghindar menghimpit berdesak,sesak menggesek rongga dada menuju kerongkongan,kering haus menunggu bahagia berhentika ia atau sekedar jeda sesaat berakumulasi dengan waktu,berhimpun tenaga untuk memecah nadi kepala,malu kubawa raga ini sejuta aib di tubuh ini,organku tak suci lagi kupakai dari dosa ke dosa bertemu derita,nikmat itu ada batas syaraf dan otak jenuh dengan stimulasinya yang berbatas,ruh ini kering tandus belum kujalani tapi serasa letih sebelum tujuan,ruang harap dan mimpi begitu luas tanpa syarat,batas,sejauh kepala menjangkau kekal untuk nikmat kelak,sombongku padamu enggan bersujud pdhal sakit seluruh jiwaku,beri arti yang luas,beri-beri takwa yang kuat,beri penyelesaian yang hebat,beri kebebasan finansial yang mutlak biar kujalan dengan ikhlas,kumohon jgn keluarkan darah utk dapatkan hikmah dari deritamu,beri jalan fakir ini,beri ampun yatim ini,beri kesempatan hewan ini,lepaskan hina,limpahkan mulia,akhiri deritaku ini dari sepi yang berpanjangan………. :+(