TANGGAPAN IKRANAGARA TERHADAP WAWANCARA GOENAWAN MOHAMAD DI HARIAN JURNAL NASIONAL


Terimakasih Bung Radityo untuk kiriman wawancara dengan Goenawan ini.

Bagian dari wawancaranya ini tentang Orde Lama Bung Karno, Lekra dan Pram merupakan yang terpenting, dan sekali gus menyingkapkan pandangannya yang konsisten terhadap dua hal itu. Sebagaimana yang sudah juga ditulisnya sebagai lembaran ekstra Majalah Tempo beberapa tahun yang lalu (1990?) yang saya terimka copynya dari Umar Kayam untuk dibawa ke dalam sebuah forum pertemuan sastrawan dunia di San Francisco. Tulisan Goenawan itu membuat para sastrawan yang hadir terperangah membaca tentang sepak terjang Lekra pimpinan Pram di masa jayanya Bung Karno (1959 sd 1965) yang ikut penguasa menindas kebebasan kreatif. Seorang kritikus sastra yang ikut dalam pertemuan itu, saat itu menulis tentang salah satu karya Pram (Perburuan?) untuk suplemen sastra The New York Times mengungkapkan peran organisasi yang dipimplin oleh Pram itu dengan menjadikan tulisan Goenawan itu sebagai referensi. Dan boleh jadi tulisan di TNT itu telah membuat banyak orang pada terperangah juga, bukan?

Kenapa saya katakan hal kitu penting? Karena belakangan ini tersebar kabar burung di belakang Goenawan yang menyatakan bahwa Goenawan sekarang sudah berobah haluan, atau paling tidak dikatakan menjadi “pengecut” ketika berhadapan dengan Pram. Saya tidak tahu apakah Goenawan tahu soal ini atau tidak. Tapi paling tidak bagi yang telah menyebarkan kabar burung di belakang Goenawan itu menjadi jelas bahwa Goenawan (mungkin) tidak berubah tapi paling tidak jelas bukan “pengecut” untuk berkata sebagaimana apa adanya tentang Zaman Orde Lama dan Bung Karno itu, bukan?

Tentu, saya setuju bahwa polemik masa lalu (Zaman orde Lama) itu sudah menjadi sejarah. Forget it! Sekarang ini, sekali lagi saya setuju Goenawan, seniman hendaknya berkarya sajalah dengan sebaik-baiknya agar melahirkan karya seni yang bermjutu tinggi.

Ikra.-

Tulisan ini dikutip dari mediacare.blogspot.com, 13 Oktober 2007. Tulisan tersebut merupakan tanggapan Ikranagara terhadap wawancara terhadap Goenawan Mohamad yang dimuat di Harian Jurnal Nasional (Jakarta) pada 7 Oktober 2007.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s