TANGGAPAN GADIS ARIVIA UNTUK KATRIN BANDEL


Salam kenal dan senang bisa berdiskusi dengan Katrin di milis ini. Saya sudah membaca beberapa karya anda sebelumnya dan sangat mengagumi tulisan-tulisan anda. Hanya memang untuk tulisan yang di Republika saya tidak sependapat dengan anda. Karena menurut saya, anda terlalu fokus pada persoalan politik (personal politics) di sekitar karya Saman, Ayu Utami. Dan saya tidak paham mengapa “personal politics” tersebut penting buat anda.

Seperti yang telah saya email ke Dewi (dalam topik Taufik Ismail), bagi saya yang bergelut di studi gender, karya Ayu Utami dan Djenar Maesa Ayu penting dalam pembahasan sastra kontemporer Indonesia. Bila saya bandingkan tulisan “pengalaman perempuan” di tahun-tahun 1960-an hingga 1980-an, tulisan baik Ayu maupun Djenar memberikan konstruksi berpikir baru tentang tubuh perempuan. Tentu banyak tema yang dibahas di “Saman” dan “Menyusu Ayah”, tapi tema tubuh perempuan dan seksualitas perempuan bagi saya yang menarik. Mungkin karena berhubungan dengan pekerjaan saya.

Jadi, kembali kepada diskusi kita, ada dua pertanyaan saya sebenarnya:

1. Mengapa soal “personal politics” tentang GM dan KUK menjadi penting dalam pembahasan karya Saman, Ayu Utami. 2. Kadang pembahasan “personal politics” menjadi gosip bila tidak bisa dibuktikan. Apakah Katrin telah mewawancara baik GM  secara pribadi dan KUK sebagai lembaga agar asumsi Katrin bisa diuji?

Terima kasih Katrin atas waktunya. Saya berharap dapat belajar banyak dari anda.

Salam,
Gadis Arivia.

Tulisan ini dikutip dari milis Jurnal Perempuan, 3 April  2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s