TANGGAPAN KATRIN BANDEL UNTUK GADIS ARIVIA, ABSHAR-ABDALLA, MANNEKE BUDIMAN, DAN SITA


Kalian bagaimana sih?! Sita di bawah sudah capek-capek mengutip kalimat dari makalah saya, di mana saya mengatakan bahwa “khususnya representasi perempuan dalam kedua novel itu menarik dibandingkan dengan imaji perempuan yang dipopulerkan lewat karya-karya pengarang perempuan yang sering disebut “sastrawangi” , misalnya Ayu Utami atau Djenar Maesa Ayu”. YANG SERING DISEBUT “SASTRAWANGI” !

Saya di situ sama sekali mempersoalkan apakah istilah “sastrawangi” itu tepat atau tidak, apa sejarah istilah tersebut dsb. Tapi kan memang kenyataannya bahwa ada sekelompok karya pengarang perempuan yang umumnya disebut “sastrawangi” di dunia sastra Indonesia saat ini. Dan meskipun benar bahwa karya-karya tersebut juga membahas tema lain selain seks, tema sekslah yang paling banyak dihebohkan, dan kecenderungan tematis itu juga yang umumnya dimaksudkan orang dengan “sastrawangi” . Pengertian umum itu saja yang saya rujuk, dengan menggunakan tanda kutip!

Entah siapa yang menciptakan istikah “sastrawangi” . Istilah itu tentu saja negatif, alias mengejek. Di satu sisi pilihan kata dalam ejekan tersebut (”wangi” dikaitkan dengan perempuan dan seks) memang bisa dikatakan seksis. Tapi di sisi lain saya rasa tidak masuk akal kalau kita tidak memperhatikan konteks di mana kata itu muncul dan digunakan, yaitu sebagai ekspresi kekesalan atau kemarahan atas beberapa kejadian dan kecenderungan yang dirasakan sebagai ketidakadilan oleh sebagian sastrawan Indonesia.

Yang saya maksudkan adalah kehebohan seputar beberapa pengarang perempuan dan karyanya, dan seputar tema seksualitas dalam karya itu. Kalau saya memahami kata “sastrawangi” sebagai ungkapan ketidaksetujuan dengan kehebohan yang tidak proporsional itu, saya dapat menyetujuinya, meskipun aspek seksis dalam kata itu tetap membuat saya merasa perlu menggunakannya dalam tanda kutip.

Katrin Bandel

Tulisan ini dikutip dari milis apresiasi-sastra V dan milis Jurnal Perempuan, 2 April  2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s