TANGGAPAN GADIS ARIVIA UNTUK KATRIN BANDEL


Hi Katrin,

Terima kasih emailnya. Ya tentu saya menganggap interpretasi ekstra tekstual penting dalam sebuah karya. Di dalam sejarah karya sastra Indonesia kita telah mengenalnya dalam diskusi karya-karya seperti Pramoedya Ananta Toer juga Alisjahbana. Seluruh karya-karya mereka tidak terlepas dari atau ada kaitannya (bila ingin dikaitkan) dengan posisi aktifitas politik mereka. Demikian pula dengan karya-karya asing antara lain yang pernah saya geluti adalah karya de Beauvoir dan Sartre. Jadi, saya paham dan menerima argumen ekstra tekstual.

Email saya kepada Katrin adalah justeru bukan mengesampingkan interpretasi ekstra tekstual tapi menanyakan apa kontribusinya dalam kasus karya Saman dan sejauh mana argumen Katrin tidak dianggap gosip. Dan Katrin telah menjawabnya dengan baik.

Saya menganggap karya Saman sangat menyumbang pada kemajuan sastra di Indonesia. Terutama dalam studi gender. Saya bisa mengatakan ini karena banyak mahasiswa saya yang sangat antusias dengan karya Saman bukan saja di Indonesia tapi di luar negeri. Jadi, dalam hal ini menurut saya karya Saman berhasil menarik perhatian baik di Indonesia maupun di luar negeri. Tapi bila Katrin menganggap tidak demikian tidak menjadi persoalan buat saya karena Katrin pasti punya pertimbangan lain. Pertimbangan saya adalah resepsi dunia akademik di Indonesia (khusus pengalaman saya di FIB UI dan Kajian Wanita UI) dan juga seminar-seminar yang saya diundang untuk presentasi karya pengarang perempuan Indonesia. Di dalam seminar-seminar tersebut apresiasi terhadap karya Ayu Utami terutama karangannya Saman sangat disambut.

Sekarang setelah memiliki pemahaman ekstra tekstual yang Katrin tulis mengenai Saman, saya mulai berpikir ulang. Tentu masukan Katrin penting tapi saya sedang bertanya pada diri saya sendiri apakah politik seputar karya Saman yang Katrin ungakapkan itu (seperti peranan GM, KUK dan Amnesty) akan mengurangi sumbangan Saman pada sastra Indonesia? Pertanyaan ini belum bisa saya jawab karena saya belum mengajar lagi. Nanti, kalau saya mengajar soal sastra dan feminisme akan saya juga sertakan tulisan Katrin dan diskusikan dengan mahasiswa. Sejauh ini saya hanya fokus pada pembongkaran dan kritik terhadap isi Saman, itu pun lebih pada studi gendernya.

Jadi Katrin, I appreciate very much your work dan diskusi di milis ini dengan Katrin dan juga dengan teman-teman milis di sini sangat bermanfaat buat saya termasuk olok2an antara saut dan manneke (mereka juga memiliki kontribusi penting).

Lain kali, kalau saya ketemu GM dan Ayu, saya akan tanya juga soal seputar politik karya Saman dengan rujukan tulisan Katrin. Hanya sekedar untuk melengkapi pengetahuan saya karena berguna bila sewaktu-waktu ada mahasiswa yang ingin menulis soal Saman lagi.

Salam manis,

Gadis Arivia.

4 April 2008, 15:54

Tulisan ini dikutip dari milis Jurnal Perempuan, 7 April  2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s