TANGGAPAN KATRIN BANDEL UNTUK NONG


soal pidato yang disampaikan atau tidak disampaikan GM:

Martin Amanshauser mengutip tulisan GM (yang saya kutip ulang dalam esei saya) sebagai “Laudatio” GM dalam rangka pemberian Prince Claus Award. “Laudatio” (bhs. Jerman) adalah pidato untuk merayakan pemberian sebuah penghargaan atau untuk memperingati orang yang sudah meninggal. Fungsinya adalah untuk menerangkan di mana letak prestasi orang yang menerima hadiah tersebut, atau apa jasa orang yang sudah meninggal tersebut.

Menanggapi cerita Nong tentang penyerahan penghargaan Prince Claus pada Ayu Utami, saya melihat ada beberapa kemungkinan: Kalau memang benar bahwa tidak ada pidato “Laudatio” yang disampaikan, mungkin

  1. Amanshauser keliru/salah informasi
  2. Amanshauser menggunakan kata “Laudatio” itu dalam arti yang agak luas, yaitu bahwa teks GM dalam Prince Claus Awards Book itu merupakan “Laudatio” yang disampaikan secara tertulis, bukan secara lisan.

Detail-detail itu bukan persoalan yang substanstial bagi pesan dan argumentasi esei saya. Entah teks GM itu disampaikan secara lisan sebagai pidato atau secara tertulis dalam Prince Claus Book, fungsi teks itu tetaplah untuk merayakan kemenangan Ayu Utami dan “menjelaskan” mengapa Ayu Utami “pantas” mendapat penghargaan tersebut. Dan bagi saya sangatlah aneh dan tidak etis kalau teks semacam itu ditulis oleh orang yang sekomunitas dengan yang menerima penghargaan!

Katrin Bandel

http://www.katrinbandel.com

Tulisan ini dikutip dari milis Jurnal Perempuan, 8 April  2008.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s