TANGGAPAN NONG TENTANG AYU UTAMI DAN GOENAWAN MOHAMAD


Teman-teman,

Saya ingin cerita aja, saya nggak tahu apakah email saya ini relevan atau ngga dengan perdebatan tentang membongkar kasus politik sastra gombal ini. Karena saya tak membaca secara keseluruhan perdebatan tentang ini, ramai bgt sih.

tapi secara sekilas saya menangkap (maaf kalau salah) bahwa katrin beranggapan bahwa penghargaan yang ayu utami dapatkan dari prince klause ini dikarenakan GM dan TUk, bukan karena kualitas karya ayu itu sendiri yang memang layak menerimanya. ini yang disebut sastra di luar teks.

Kemarin saya ngobrol2 dg ayu dan bertanya soal ini. saya tanya ke dia apakah dia berniat menanggapi soal2 yang berkembang di milis atau lebih luasnya jagad kesusteraan ini karena kata saya ramai banget.

Trus dia bilang, “aku lagi hamil tua nong, aku nih ngga bisa diganggu sebulan ini. mungkin setelah sebulan ini atau dua atau tiga bulan ke depan aku akan menjawab dan menanggapi itu semua.”

Eit, jangan salah paham dulu. yang dimaksud ayu dengan hamil tua itu maksudnya dia sekarang dalam proses paling ujung penulisan novelnya setelah saman dan larung. rencananya dalam 3 bulan novelnya akan terbit. jadi dia merasa masa2 sekarang ini seperti benar2 lagi hamil tua, lagi2 di ujung-ujungnya, meneliti kata perkata, kalimat perkalimat, cerita dan endingnya. Jadi dia merasa ngga bisa diganggu apapun kecuali dia sendiri yang minta diganggu hehe…

Trus saya minta dia cerita tentang penghargaan prince klause itu. Ia bilang ia mendapatkan penghargaan itu bukan karena pertimbangan GM atau tidak ada faktor GM sama sekali sebab GM waktu itu tidak menjadi dewan juri dan belum ada kontak sebelum-sebelumnya dengan pihak Prince klause.

Baru setelah ayu dapat penghargaan, pihak prince klause intens dan merasa cocok dg GM. kata ayu, yang menjadi juri dari Indonesia itu Jim Supangkat dan siapa gitu satu orang lagi yang saya lupa namanya. Ayu mengira pihak Prince Klause mengenal dirinya setelah ada ulasan satu halaman di Herald Tribune yang mengulas tentang karyanya. Dari situ ia mulai dikontak2 pihak Prince Klause dan kemudian mendapatkan penghargaannya. setiap yang mendapatkan penghargaan prince klause pasti pihak panitia akan meminta seseorang yang dianggap kenal pada si pemenang utk menuliskannya. panitia bertanya ke juri indonesia dan mereka kasih nama GM. Nah, makanya GM yang menulis komentar ttg ayu di buku programnya itu.

Penghargaan untuk Ayu ini diserahkan di jakarta, di rumah dubes belanda. Kebetulan saya juga ikut menghadirinya stelah diingetin dia (katanya, keterlaluan kamu nong, kok bisa lupa gitu bow… trus aku bilang, abis waktu itu aku masih muda banget jadi banyak urusan hehe..). di situ ayu pidato secara spontan dan sangat rendah hati bahwa sebenarnya masih banyak sastrawan2 atau org lain yang layak mendptkan penghargaan dibanding dirinya. namun terlepas dari itu ia mengapresiasi putusan pihak prince klause dan ia senang dan berterima kasih krn telah dipercaya mendptkan penghargaan itu. jadi ngga ada pidato yang dibuatkan naskahnya sama GM.

Nah baru setelah Ayu ini, GM menjadi juri di prince klause dan selalu mengusulkan orang atau lembaga yang berhak mendapat penghargaan misalnya LKIS Jogya yg mendapatkan penghargaan ini di 2 tahun lalu kalau ngga salah. slamet gundono juga akan diusulkan dan mudah-mudah menang.

Moga email saya berkenan dan bermanfaat untuk sekalian alam hehe…

salam,
Nong

Sat, 5 Apr 2008

Tulisan ini dikutip dari milis Jurnal Perempuan, 7 April  2008.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s