MENGALIR SEPERTI SIKLUS AIR


Hidup bagi Sosiawan Leak adalah berkesenian. Keseriusan dia menjadi seniman terukur dari deret panjang karya dan bejibun aktivitas. Sejak 1987 puisi-puisinya mengisi kolom sastra pelbagai media cetak di Indonesia. Di luar itu, puisi Leak juga menghiasi lebih dari 25 antologi yang diterbitkan berbagai forum dan festival sastra, baik lokal maupun nasional. Dua antologi puisinya bersama Gojek JS dan KRT Sujonopuro diterbitkan khusus oleh Yayasan Satya Mitra Solo, yakni Umpatan(1995) dan Cermin Buram (1996).

Selain baca puisi dan menghadiri undangan forum sastra di pelbagai daerah, sejak 1992 Leak tiga tahun mengasuh “Rubrik Puisi” di Radio ABC Solo. Pada 1994, dia secara sistemis menjalankan program “Deklamasi Keliling” di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Madura, serta “Deklamasi Keliling Sumatra” (1995).

Tahun 2002 dia diundang ke “Festival Puisi Internasional Indonesia 2002” di Makassar, Bandung, dan Solo. Forum itu melibatkan penyair Jerman, Austria, Belanda, Afrika Selatan, Jepang, Malaysia, dan Indonesia. Setahun berikutnya, dia terlibat Festival Puisi Internasional di Bremen, Jerman.

Bersama sastrawan lain, lelaki berambut gondrong itu mendirikan Forum Sastra Surakarta (1990), Revitalisasi Sastra Pedalaman (1993), dan Gerakan Angkatan Sastra (1998). Dia menjadi redaktur Majalah Budaya Kolong dan Jurnal Sastra Angkatan.

Leak juga dikenal sebagai aktor, sutradara, serta penulis dan penggubah naskah teater yang produktif. Sebelum membentuk Klompok Tonil Klosed (Kloearga Sedjahtera) 1998, dia berproses di Teater Gidag Gidig (Solo, 1987-1993), Teater Tera (Solo, 1990-1993), dan Teater Keliling (Jakarta, 1990-1993).

Dia aktif menularkan ilmu dalam lokakarya secara periodik di berbagai teater kampus di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa naskah telah dia tulis dan sutradarai, antara lain Restu (1990), Tahta (1991), Suara (1992), Tanda (1993), Umbu (1993), Ode (1994), dan Galib (1994).

Hampir semua naskah yang dipentaskan Klosed telah melalui sentuhan tangan Leak. Bersama Klosed, lelaki ramah itu berikhtiar mendekatkan seni pada masyarakat. Dia menggunakan seni sebagai medium memunculkan kesadaran demokratisasi dan hak asasi manusia.

Karena itu, Klosed lebih kerap berpentas di tempat umum seperti terminal, stasiun, lapangan, sekolah, kampus, atau kampung. Sejak 1999, Leak aktif berkolaborasi dengan seniman lain dan turut membidani kelahiran pertunjukan teater wayang seperti wayang nggremeng, wayang suket, wayang kampung sebelah, wayang nglindur, dan wayang dongeng.

Dia juga terlibat aktif sebagai pemusik di Kelompok Musik Golden Water. Mulai 2004 dia merambah penggarapan acara televisi. Dia menganalogikan proses berkeseniannya sebagai siklus perjalanan air, yang bergerak bebas mengikuti alur dari hulu ke hilir. Tak ada pemberhentian sekiranya langkah belum harus berakhir.(Rukardi)

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian Suara Merdeka (Semarang), 29 Maret 2007.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s