BENGKEL MENULIS: REVOLUSI FIKSI LESBIAN


Lakhsmi

Fiksi bukan hanya sekadar benda mati yang menghibur di saat aku sendirian atau hendak memasuki labirin twilight zone. Fiksi adalah teman, apalagi fiksi lesbian. Dia adalah teman yang memberikan afirmasi atas arti kelesbianan. Bayangkan betapa pentingnya sepotong fiksi lesbian bagi lesbian; fungsinya bukan lagi hanya sekadar “ada” atau “kepengin ada” atau “yang penting ada”.

Sejauh ini, terpaksa kita akui dengan segala hormat, cerpen maupun novel lesbian yang berada di masyarakat berada jauh di bawah garis batas kemiskinan, baik kuantitas maupun kualitas. Hanya sedikit yang mampu berdiri dengan anggun bersama karya-karya sastra heteroseksual lainnya. Apa kita bangga dengan kenyataan bahwa fiksi lesbian tidak bisa bersanding dengan fiksi heteroseksual? Ataukah malah memelas melihat mereka terpaksa harus beredar di kalangan sendiri yang juga setali tiga uang, tidak dapat membedakan mana fiksi berkualitas dan mana fiksi buruk? Mereka bagaikan pencuri yang mengendap-endap memasuki rumah besar dunia sastra dan meringkuk di pojok karena takut mendapati lampu sorot terarah kepadanya.

Itu adalah wacana yang tidak lelah SepociKopi kritisi sejak hari pertama kali media ini berdiri sampai detik ini. Rendahnya kualitas fiksi lesbian adalah bentuk dari salah asuh komunitas lesbian terhadap kita semua. Satu hal yang harus dilakukan untuk memotong mata rantai masa kegelapan itu: melakukan gerakan revolusioner pembenahan fiksi lesbian. Para lesbian yang napas hidupnya bergerak di bidang pers, jurnalistik, pelaku serta pengamat budaya dan sastra harus turun langsung menciptakan atmosfir ilmu pengetahuan akan dunia kepenulisan yang mumpuni.

Kalau kita melebarkan pandangan mata kita ke seluruh masyarakat maka terlihatlah kantung-kantung dan komunitas-komunitas sastra yang bertebaran di mana-mana. Dari aktifitas berkumpul-membaca-menulis, mereka melahirkan karya-karya fiksi yang beredar di level nasional. Sebutlah contohnya, Gola Gong penulis kawakan itu memiliki komunitas Rumah Dunia. Helvy Tiana Rosa memiliki komunitas Lingkar Pena yang kini telah merambah ke Asia Tenggara. Kegiatan-kegiatan komunitas sastra yang dimulai dari kantung-kantung kecil menghasilkan genre fiksi yang menjadi ciri khas karya-karya mereka.

Lalu bagaimana dengan kita, para lesbian? Setelah berpuluh tahun hidup dalam kemiskinan fiksi lesbian, untuk pertama kalinya sebuah media lesbian menciptakan gerakan bola salju membaca dan menulis dengan baik dan benar. Gerakan ini yang kusebut dengan epidemi gagasan, menyebar seperti penyakit menular. Selanjutnya wabah itu melahirkan komunitas sastra lesbian PERTAMA (dengan anggota para pembaca dan penulis SepociKopi) yang mempunyai semangat menulis dan kepedulian akan karya tulis lesbian di Indonesia. Apa saja keberhasilan dari perilaku dan fenomena ini? Bengkel Menulis sebagai rubrik tetap diadakan, meja sastra dan budaya didirikan, persyaratan diperketat dalam penerimaan artikel, rubrik puisi dilahirkan (dengan persyaratan yang juga tak kalah cermat), dan pintu penerimaan cerpen lesbian dibuka perlahan-lahan dengan tuntutan dan ketentuan yang sangat selektif. Upaya itu dilakukan untuk menciptakan windows of opportunity, mendapatkan momentum, dan mendorong kualitas sastra lesbian ke level yang lebih baik. Sudah berhasilkah kita?

Sehubungan dengan itu semua, hari ini dengan bangga kami mengumumkan bahwa tiga penulis SepociKopi yang bergabung dalam blog Camilan SepociKopi : Donat, Bolu, dan Brownies, mempersembahkan sebuah novel karya mereka bertiga—novelisasi blog atau bolehlah kita sebut sebagai fiksinisasi karya maya. Karya novel ini diberi judul “Club Camilan”, diterbitkan oleh penerbit mapan Gramedia Pustaka Utama pada awal bulan Agustus dan akan diluncurkan sebagai bagian dari gerakan Q! Film Festival 2009.

Aku—atas nama tim SepociKopi meminta kita semua, individu dari komunitas lesbian yang peduli dengan kemajuan fiksi/sastra lesbian, untuk mendukung penulis lesbian yang memperjelas jejak karya berkualitas di tengah masyarakat majemuk. Inilah seni, dunia imajinasi, gerakan magis melalui medium sastra yang menjadi cermin afirmasi kepada kaum homoseksual. Siapkan kepedulian kita dengan memberikan sumbang pendapat (klik di sini ) atas media cetak pertama dari para penulis SepociKopi. Mari saling menginveksi, mewabah, dan menciptakan revolusi ide untuk dunia fiksi lesbian.

@Lakhsmi, SepociKopi, 2009

Tulisan ini pernah dipublikasikan di sepocikopi.com, 2 Juli 2009.

One response to “BENGKEL MENULIS: REVOLUSI FIKSI LESBIAN

  1. assalamualaikum
    saya nna di bandung , kalo boleh ikut tulis disini !

    saya ingin sekali gabung , kalo boleh !
    karna saya punya berjuta juta inspirasi tentang LESBIAN ! yang semoga perlahan menguntungkan untuk KOMUNITAS LESBIAN PERTAMA .
    terima kasih sebelumnya .
    wassalam .

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s