PASAR MALAM “BANYAK PINTU MENUJU SASTRA”


PaSar MaLam adalah sebuah kegiatan seni khususnya sastra. PaSar MaLam disini kependekan dari Paguyuban Sastra Rabu Malam. Sebuah paguyuban yang lahir dari glenak-glenik antar teman sesama milis sastra. Saat itu, Johanes Sugianto menawarkan tempat kosong di wapres untuk akhir bulan di hari Rabu. Setelah melalui proses pembicaraan beberapa kali, dimulai di wapres bulungan, di belakang Gelael. Terus puncaknya di warung Alex TIM malam itu : Zai Lawanglangit, Dino Umahuk, Yonathan Rahardjo, Johanes Sugianto, Dian Ilenk, Nina Yuliana, Sahlul Fuad, Gita Pratama dan Budi Setyawan, sepakatlah kita membuat paguyuban itu.

usai pertemuan, Zai Lawanglangit mendapat tugas menggarap logo, nama paguyuban dan visi misi. Setelah beberapa kali menggagas nama, merancang logo dibantu Deddy Triadi akhirnya ketemulah kata paSar maLam ini. Ketika disodorkan ke kawan-kawan, alhamdulillah mereka sepakat dan meng amini. Ya walhasil tinggal persoalan teknis yang harus kami siapkan untuk acara perdana PaSar MaLam yaitu tgl 30 April 2008, hari Rabu di Wapres Bulungan.

PaSar MaLam diharapkan menjadi oase, ajang, muara bagi setiap penggiat, pelaku, penggemar seni sastra untuk saling berbagi. Karena berlebel PaSar MaLam tentu saja paguyuban ini bersifat terbuka, tak ada sekat, kotak-kotak. Ibarat warung yang punya banyak pintu maka semua pintunya terbuka lebar bagi siapa saja. Anggotanya tentu saja lintas milis, lintas suku, bangsa, budaya, agama, hingga lintas negara. lintas semesta…hehe

Pemilihan nama PaSar maLam tentu saja agar terkesan ringan, fun, dan unik untuk sebuah paguyuban sastra, diharapkan akan menjadikan komunitas ini jauh dari kesan eksklusif. Bahkan harapan kami bersama teman-teman semua, sesuai tujuan paguyuban ini yaitu ingin menjadikan sastra sebagai gaya hidup, budaya dan spirit kehidupan.
Semoga….

Paguyuban Sastra Rabu Malam

V I S I
Mendekatkan Sastra Kepada Masyarakat

M I S I
1. Menjadikan acara sastra sebagai bagian dari gaya hidup semua.
2. Menjadikan acara sastra yang terbuka bagi SIapa saja
3. Menjadikan sastra sebagai budaya, dan semangat kehidupan

Organisasi
Organisasi ini tidak terikat dengan suatu kelompok, lepas dari unsur warna politik atau paham yang bertentangan dengan asas keadilan dan kepentingan orang banyak.

Dalam menjalankan roda kegiatan, organisasi dipimpin oleh sekumpulan pecinta sastra sebagai individu yang memiliki kepedulian sama terhadap sastra dan sukarela.

Segala ketentuan organisasi akan ditetapkan bersama secara musyawarah dalam Anggaran DAsar dan Anggaran Rumah Tangga.

Tulisan ini pernah dipublikasikan di http://groups.yahoo.com/group/pasar-malam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s