PUISI MUSIK GEBRAK PANGGUNG PKB


Harapan penggiat sastra di Bali agar musikalisasi puisi diberikan ruang pada perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) akhirnya terwujud. Tampil di Gedung Ksirarnawa, Sabtu (19/6) malam, komunitas musisi-penyair “Bali Puisi Musik” yang mengusung genre puisi musik mendapat kesempatan tampil perdana di panggung PKB XXXII. Gebrakan perdana Bali Puisi Musik itu mendapat apresiasi yang positif dari penikmat seni di Bali.

Malam itu, Bali Puisi Musik menampilkan garapan musik yang didasari oleh karya-karya puisi Tan Lioe Ie yang sekaligus dipercaya sebagai vokalis. Sedangkan komposisi musik digarap oleh empat musisi Bali yang telah malang-melintang di dunia musik, di antaranya mantan bassis Harley Angles, Band Bali, Putu Indrawan, yang dua puluhan tahun lalu menjelajah berbagai festival band di Indonesia.

Satu lagi pentolan Harley Angles adalah Kabe Giriyasa, penggebuk drum. Sementara musisi lebih muda adalah Dibia Suanjaya pada keyboard dan Yande Subawa selaku pemain gitar yang juga dipercaya mengaransemen karya-karya puisi itu menjadi lagu. Mereka sukses memadukan kekuatan puisi dan musik secara harmonis, sehingga menjelma karya baru yang tidak hanya terdengar enak di telinga namun juga mengajak penikmatnya untuk merenung dan menyelami kedalaman makna yang terkandung dalam larik-larik puisi musik tersebut.

Setidaknya, ada sembilan puisi musik yang dilantunkan Tan Lioe Ie untuk memaksa penonton tetap bertahan hingga di pengujung pergelaran. Kesembilan puisi musik yang sudah direkam dalam album perdana “Exorcism” itu meliputi ”Malam Cahaya Lampion”, ”Negeri Apung”, ”Co Kong Tik”, ”Exorcism”, ”Siapakah Aku”, ”Abad yang Luka”, ”Alam Kanak-Kanak”, ”Malam di Pantai Candidasa” dan ”Kunang Kunang Musim Gugur”.

Dengan kualitas vokal yang tetap terjaga, Tan Lioe Ie cukup sukses menyampaikan pesan moral yang tertuang dalam karya-karya puisinya ke dalam “kalimat-kalimat” melodis yang ritmis, dinamis dan terkadang melonkolis. Alhasil, tepuk tangan gegap gempita penonton pun menutup pergelaran Bali Puisi Musik itu dengan klimaks yang menggetarkan. (ian)

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian Bali Post (Denpasar), 21 Juni 2010.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s