15 TAHUN ANUGERAH SAGANG


Parlindungan
Pembina Sanggar Lisendra Dua Terbilang Universitas Islam Riau

Kesenian, kebudayaan dan sosial banyak di antara masyarakat yang masih belum tepat mempersepsikan kebudayaan. Ada yang menafsirkan kebudayaan sebagai kesenian. Seperti kita pahami, kesenian merupakan sebagian dari nilai kebudayaan.

Diakui, kesenian memiliki nilai tinggi dalam pemaknaan kebudayaan, karena kesenian diidentikkan dengan kandungan nilai-nilai budaya. Bahkan kita bisa meletakkan kesenian sebagai jasad dan tingkah yang menonjol dari nilai-nilai budaya.

Kemudian, muncul keterlibatan sosial dalam kesenian dan kebudayaan. Lahirnya bentuk kesenian dan kebudayaan akibat ada interaksi sosial. Kesenian dan kebudayaan juga hadir akibat kolaborasi segenap cara berpikir dan bertingkah laku akibat interaksi heterogen. Ia tak ubahnya sebagai hasil kesimpulan buah pikiran secara simbolik dan bukan warisan karena keturunan.

Mengenai buah pikiran ini, bila terjadi perubahan sosial bisa berdampak kepada perubahan nilai kebudayaan itu sendiri. Tandanya, bila terjadi pergeseran dalam kebudayaan, berarti juga mengalami perubahan semua bagian, meliputi kesenian, teknologi dan ilmu pengetahuan, filsafat, dan lainnya. Justru, perubahan pada nilai kebudayaan lebih luas bila kita bandingkan dengan perubahan sosial.

Taylor dalam bukunya Soekanto tentang Sosiologi Suatu Pengantar mengemukakan tentang kebudayaan, adalah sebagai suatu kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat, dan setiap kemampuan serta kebiasaan manusia sebagai warga masyarakat, maka perubahan kebudayaan dalam segala perubahan yang mencakup unsur-unsur tersebut. Sementara itu, Soemardjan mendefinisikannya sebagai perubahan sosial. Perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama, yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya.

Anugerah Sagang dan Pertahanan Kesenian dan Kebudayaan
Anugerah Sagang yang diselenggarakan Yayasan Sagang tiap tahunnya di tengah masyarakat, terutama di kalangan seniman/budayawan, komunitas seni, jurnalis, peneliti, dan lainnya yang terlibat dalam berbagai kategori yang disuguhkan Anugerah Sagang, tentu membuat dampak positif sendiri bagi bangsa berkesenian di bangsa Melayu ini. Terutama dalam pemberdayaan pengkarya sektor kesenian dan kebudayaan.

Tak dapat ditampik, saat ini nilai-nilai kesenian dan kebudayaan sudah semakin terkikis akibat pengaruh budaya (tak jelas) asing yang masuk ke ranah yang kaya atas nilai-nilai bermartabat dari kesenian dan kebudayaan. Anugerah Sagang ini boleh dinilai sebagai tembok pertahanan yang kokoh nilai kesenian dan budaya bangsa Melayu. Dari pemberian penghargaan ini, adalah cikal-bakal awal dari peningkatan kekaayaan kesenian dan kebudayaan Melayu menjadi kekayaan budaya dan modal sosial kultural lokal masyarakat Melayu.

Dengan cara memberikan penghargaan pelaku/pemerhati kesenian dan kebudayaan Melayu, juga sebagai simbol pendukung pembangunan daerah dari aspek pengem, bangan kesenian dan kebudayaan Melayu yang mampu melipatgandakan nilai kultural Melayu. Anugerah Sagang bukan saja sebagai alat pertahanan terhadap bentuk kesenian dan kebudayaan Melayu, melainkan juga sebagai sentuhan nilai-nilai dan napas baru sehingga ia menjadi aneka hiasan kehidupan berbangsa dan berbudaya satu Melayu.

Pemberian penghargaan bagi si pengkarya, ia akan membangkitkan emosi apresiasi sehingga timbul sikap keingintahuan terhadap pembaruan dan pengayaan karya-karya seni dan budaya Melayu. Merasa memiliki kekayaan kesenian dan kebudayaan Melayu, tentu menjadi kebanggaan tersendiri sehingga memiliki tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya. Kekayaan kesenian dan kebudayaan Melayu, kita akui akan menjadi masalah besar ketika masyarakat kurang menyadari akan pentingnya peranan kesenian dan kebudayaan lokal ini. Sebab, ketika tak meregenerasi, justru budaya lokal bisa tak lagi menjadi identitas bangsa. Makanya, budaya lokal sebagai identitas bangsa ini tetap dijaga haknya supaya negara lain tak mengklaim sebagai kekayaannya.

15 Tahun Anugerah Sagang
15 tahun sudah penghargaan yang diluncurkan Yayasan Sagang melalui Anugerah Sagang. Berarti sudah cukup banyak penghargaan dan apresiasi terhadap pekerja seni, budayawan, komunitas, dan elemen lainnya yang terlibat di dalamnya dari kategori-kategori yang diberikan sebagai peluang. Penilaian prestasi yang dilakukan Sagang, pada prinsipnya bermuara pada peningkatkan motivasi dan semangat kerja berkesenian. Tidak sekadar pemberian penghargaan belaka, tetapi juga agar pekerja seni, budayawan, komunitas, dan elemen lainnya yang terlibat bisa aktif, inovatif, dan kreatif supaya kebudayaan Melayu tak menjadi lenyap akibat pengaruh budaya-budaya dari luar.

Melalui dasar pemikiran ini, akhirnya Anugerah Sagang memiliki peran serta kedudukan sangat penting dalam pelestarian dan penemuan inovatif dari kesenian dan kebudayaan Melayu. Dari fenomena yang ada, keberadaan Anugerah Sagang menjadi mesin perubahan dinamis terhadap kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan kesenian dan kebudayaan Melayu agar tetap kokoh terhadap mulai bercampuraduknya budaya-budaya asing akibat arus globalisasi yang tinggi. Tidak saja Yayasan Sagang, masyarakat juga harus tanggap dan peduli untuk memfilter terhadap semua kebudayaan asing yang banyak negatifnnya.

Untuk 10 atau 100 tahun lagi penghargaan yang diberikan Yayasan Sagang, bila kita tidak memahami peran serta pentinya keberadaan kesenian dan kebudayaan bagi kehidupan, pada akhirnya keanekaragaman seni dan budaya Melayu sebagai sumber kekuatan untuk ketahanan budaya bangsa ini akan runtuh dengan sendirinya.

Diharapkan, melalui Anugerah Sagang ini akan lahir pembentukan karakter baru terhadap kesadaran kultural masyarakat dengan cara melibatkan langsung keberadaan masyarakat dalam mempertahankan bentuk kesenian dan kebudayaan Melayu.

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian Riau Pos (Pekanbaru), 30 Oktober 2010.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s