FIKSIMINI: TAK SEKADAR 140


Nina Susilo

@nkongParto: Siapa cepat dia dapat finish. Di garis finish telah menanti malaikat maut dengan peraturan baru. @LVCBV: KOMAT KAMIT. Merapal jawaban. Gadis manis di sampingnya memonyongkan bibir, ”Buruan contekannya!”
Membaca ”kicauan” singkat serupa itu kerap menimbulkan senyum. Repotnya, karena lebih banyak dinikmati secara personal dari perangkat selular cerdas, jadilah pembacanya senyum-senyum sendiri.

Dengan meluasnya pemanfaatan jejaring sosial di dunia maya, komunitas-komunitas baru terbentuk. Salah satunya Fiksimini di Twitter. Fiksi tapi supermini. Kilatan singkat yang tamat dalam 140 karakter saja.

Penulis Fiksimini pun beragam, meskipun kebanyakan berasal dari pecinta membaca dan menulis. Yudith (39), misalnya, membaca dan menulis Fiksimini untuk mengisi waktunya sebagai anggota Bhayangkari. Selain itu, lulusan Sastra Inggris Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Bandung ini memang cinta membaca.

Kecintaan membaca dan menulis itu pula yang melatari Novita Poerwanto (32), Kika Dhersy Putri (31), Fardani Annisa atau lebih sering dipanggil Anky (26), dan Indria Debora (28) aktif di Fiksimini.

Imajinasi
Indri menjadikan Fiksimini sebagai tempat curhat atau berkeluh kesah. Fiksimini untuk Novita tidak hanya wadah menumpahkan imajinasi dalam tulisan superpendek, tapi juga tempat berkarya. Saking aktifnya, Novita bisa menulis Fiksimini sambil menemui klien, tentu saat klien ke toilet.
Soal profesi para Fiksiminier sangat beragam. Anky, yang sedang melanjutkan studi teknik elektro, juga mengajar piano, dan Indri seorang desainer interior. Novita, yang memiliki nama di Twitter @LVCBV, bekerja di perbankan asing, sedangkan Kika dengan nama Twitter @theonlykika bergerak di industri kreatif. Sukma Rachmadhani yang bernama Twitter @sukmuach mengelola Sukma Catering dan Cozi Cafe. Ada juga yang profesinya fotografer, seperti Diaz Ananda (28).

Fiksiminier yang datang dari latar bukan penggemar membaca tentu ada. Danang Hernawan (28), yang berakun Twitter @dhanzo, tidak gemar membaca atau menulis. Karena banyak dikirimi tulisan Fiksimini yang lucu dan menggelitik, dokter muda ini pun aktif.

Salah satu Fiksiminier yang enggan menyebutkan nama aslinya, kecuali nama Twitternya @ngkongParto, juga baru senang membaca dan menulis di Fiksimini.

Setelah terbentuk Fiksimini Maret 2010, Fiksiminier Surabaya juga bertemu di dunia nyata tiga bulan kemudian.
Kopi darat pun dijadwalkan dan Fiksiminier Surabaya semakin aktif, tak hanya di dunia maya. Pertambahan pengikut (follower) Fiksimini melesat sampai 47.000. Semua membuat Fiksimini saat ada ide dan waktu luang, termasuk di sela-sela kerja. Yang jelas, Fiksimini akhirnya tidak sekadar 140 karakter.

Tulisan ini pernah dipublikasikan di Harian Kompas Edisi Jawa Timur, 6 November 2010.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s