KSTN GORONTALO BUAT JURNAL KEBUDAYAAN


Komunitas Sastra Tanpa Nama (KSTN) Gorontalo, akan membuat jurnal kebudayaan yang ditujukan sebagai bacaan alternatif bagi masyarakat setempat.

Menurut Samsuddin R. Ishak, salah seorang anggota KSTN, komposisi materi jurnal yang rencananya akan diluncurkan di awal 2011 ini, adalah sastra, sosial dan seni budaya.

“Kami merasa ketiga bidang ini yang masih kurang terangkat dan tidak begitu dihiraukan di Gorontalo,” kata dia, Rabu.
Dengan kehadiran jurnal tersebut,lanjut dia, diharapkan dapat memenuhi kerinduan masyarakat Gorontalo akan dimensi lain dalam kehidupan mereka.

“Media arus besar seperti koran, majalah, televisi dan radio, bahkan dalam skala lokal cenderung mengabaikan ketiga bidang ini, dan di situlah kami ingin mengambil peran,” ujarnya.

KSTN, merupakan komunitas yang baru saja terbentuk, pada umumnya beranggotakan penyair muda yang datang dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, wartawan,dosen, juga karyawan swasta.

Komunitas ini sebelumnya bernama kelompok Perjuangan Suku Kata (PSK), yang pada akhirnya berganti nama, dan mulai menggiatkan aktivitas kesusastraan dan kebudayaan. (ANT)

Tulisan ini pernah dipublikasikan di http://www.kompas.com, 6 Januari 2011.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s