KOMUNITAS SASTRA RUMAH PERMATA GELAR SEMINAR NASIONAL DAN BEDAH NOVEL


Pesatnya kemajuan ilmu dan tekhnologi tidak saja dunia semakin global, tetapi juga membawa perubahan dalam tatanan kehidupan manusia.”Dalam masyarakat kita telah bergeser, akibatnya kehidupan tradisional yang juga bahagian dari karakter nasional ditinggalkan,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan , Kenedi Dt Kopiah dalam sambutanya pada pembukaan seminar nasional “Aku Juga Bisa Nulis Novel” dan bedah buku novel “Rinai Kabut Singgalang”, di Graha 165 Serambi Mekah Padang Panjang, Minggu ( 3/4).

Kenedi berterimakasih kepada pihak penyelanggara dan sastrawan, khususnya novelis karena ditenggah problema dunia dan nasional, para sastrawan masih mampu memunculkan karya sastra yang yang menjadi cahaya dan motivator bagi kalangan generasi muda khususnya di Padang Panjang, dan pada umunya Sumatera Barat.

Keragaman budaya yang ada di Indonesia memunculkan karya sastra bewarna lokal. Pada masa lalu, warna lokal Minangkabau memang mendominasi, karena menjadi daya tarik tersendiri seperti Novel Rinai Kabut Singalang karya M. Subhan, ujar Kenedi.

Kenedy berharap kegiatan seminar seperti ini akan menjadi pemicu kencintaan dan minat menulis bagi generasi muda dan masyarakat.” Mudah-mudahan kegiatan ini akaan memberi arti penting pada kcintaan menulis dan membaca bagi generasi muda dan masyakat Padang Panjang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya,” harap Kenedy.

Sementara menurut Ketua Pelaksana, Meiriza Paramita, seminar dan bedah novel ini bertujuan untuk membangkitkan kembali minat dan keinginan menulis di kalangan generasi muda Ranah Minang. Kegiatan tulis menulis khususnya sastra di Minang, kata Meiriza,

Seminar menghadirkan dua novelis nasional, Gola Gong (Banten) dan Arafat Nur (Aceh) sebagai pembicara dalam Seminar Nasional “Aku Juga Bisa Nulis Novel” .Bersamaan dengan seminar itu, juga digelar Bedah Novel “Rinai Kabut Singgalang” karya Muhammad Subhan (Padang Panjang), ” ujar pimpinan Komunitas Satra Rumah Permata, Padang Panjang ini.

Gol A Ggong akan menyampaikan makalah dengan tema, Rinai Kabut Singgalang , Mendekatkan Sastra Lewat Televisi. Sedangkat Arafat Nur berbicara tentang Belajar Sederhana dari The Rock Of Tanios dan Selintas Masalah dalam Rinai Kabut Singgalang.

Ditambahkan Meiriza, para peserta acara ini untuk Pelajar/Mahasiswa dikenakan biaya sebesar Rp80.000, Guru/Umum Rp90.000. ” Selain mendapatkan seritifikat, peserta juga diberikan 1 Novel RKS, Makan Siang, Snack, Seminar kit dan Doorprize. ” ujarnya.(Adek)

Tulisan ini pernah dipublikasikan di korandigital.com, 3 April 2011.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s