JOHN H. MCGLYNN 40 TAHUN GELUTI SASTRA INDONESIA


Sosok berambut putih dan berkumis berwarna senada denngan rambutnya, ditambah lagi, wajahnya yang bule dan fasih berbahasa Indonesia membuatnya begitu mudah dikenali. Rupanya pria asal Wisconsin; USA ini sudah 40 tahun menetap di Indonesia.

John H. Mc Glynn mendirikan Yayasan Lontar yang merupakan ujung tombak penerjemahan karya-karya penulis Indonesia dan membawanya melanglang buana ke luar negeri, terutama negara-negara berbahasa utama Bahasa Inggris (Australia, Amerika, dan Inggris).

“Yayasan Lontar didirikan dengan tujuan mengenalkan sastra dan budaya Indonesia kepada dunia internasional,” ujar John saat diskusi mengenai Kebangkitan Sastra Indo-nesia di Panggung Dunia, di Aksara Book Store, Plaza Indonesia, Jakarta, baru-baru ini. Selain kegiatan penerjemahan karya sastra ke dalam bahasa Inggris, Yayasan yang didirikan sejak tahuhn 1978 ini juga melakukanusaha riset dan dokumentasi sastra-budaya Indonesia, seperti dokumentasi audio-visual tradisi lisan, rekaman wawancara pelaku sejarah, dokumentasi audio-visual biografi sastrawan Indonesia, dan yang diterbitkan berupa buku, antara lain dokumentasi tradisi tulis, sejarah Orde Baru, antologi drama Indonesia selama seratus tahun, dan sebagainya.

“Melalui Modem Library of Indonesia, pembaca asing tak hanya dapat mengikuti perkembangan sastra Indonesia dari zaman ke zaman. Pengamat luar akan dapat lebih menghayati kekuatan politik dan sosial yang ikut mengejawantakan negara Indonesia.” ujar lulusan sastra Indonesia Universitas Michigan.

Seri yang menjadi salah satu program Yayasan Lontar dan berupa terjemahan bahasa Inggris karya-karya sastra Indonesia ini dianggap penting serta berharga dalam menyuarakan zamannya, dimulai dari periode awal sastra Indonesia yang dianggap modern, yaitu tahun 1920-an hingga karya sastra terkini. Saat ini, telah terbit sepuluh judul pertama

“Dalam tiga tahun mendatang diharapkan terbil SO judul agar dunia dapat mengenal dan mendokumentasikan sejarah perkembangan masyarakat Indonesia melalui sastra,” tambahnya.

Tak dapat disangkal bahwa sastra Indonesia kurang dikenal di luar negeri. Bahkan, John menuturkan sebelum Yayasan Lontar didirikan, hampir tidak ditemukan hasil karya terjemahan sastra Indonesia di pasar dunia. “Yayasan Lontar mempunyai dua program kegiatanutama yakni program penerbitan dan program riset dan dokumentasi,” imbuhnya.

Dalam pemilihan naskah yang akan diterbitkan. John menuturkan. Lontar mempertimbangkan untuk jangka panjang, dengan memilih teks-teks yangmungkin telah atau akan memiliki nilai penting dalam sejarah dan secara khusus, sejarah sastra Indonesia. Selain itu, Lontar berharap dapat mempcrlihat-kaan sifat multi-faset dari budaya Indonesia melalui buku-buku yang diterbitkannya. (Siti Mugi Rahayu)

Tulisan ini dikutip dari Harian Indo Pos (Jakarta), 25 Mei 2011.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s