SERUNYA BERGABUNG DALAM KOMUNITAS PENULIS PEREMPUAN


Noer Ima Kaltsum merasa sangat beruntung bergabung dengan komunitas penulis Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Selain memiliki teman yang memiliki hobi sama, yakni membaca dan menulis, dia dapat menimba ilmu secara gratis dan berbagi pengalaman menulis.

IIDN Bersama Lygia Pecanduhujan © Dok. Penulis

Noer Ima Kaltsum

Suatu hari saya kedatangan tamu, dua keluarga teman SMA yang tinggal di Yogyakarta. Ternyata istri teman saya memiliki hobi menulis. Setelah berbincang-bincang ringan, istri teman menyarankan pada saya untuk bergabung di komunitas menulis khusus untuk perempuan, yaitu Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN).

Kebetulan IIDN memiliki grup Facebook, jadi saya bisa dengan mudah bergabung. Tidak tanggung-tanggung, saya langsung bergabung di 3 grup Facebook, yaitu IIDN Interakstif (Pusat), IIDN Yogyakarta, dan IIDN Solo (sekarang IIDN Soloraya).

Bergabung di komunitas sangat menguntungkan. Untuk sementara, saya hanya bisa aktif ikut kopi darat alias pertemuan khusus di IIDN Soloraya.

Saya aktif di IIDN Soloraya karena untuk ikut kopdar dan kegiatan lainnya, jarak yang harus saya tempuh tidak terlalu jauh. Saya tinggal di Kabupaten Karanganyar, sebelah timur Surakarta (Solo).

Dahulu, sebelum WhatsApp menjamur seperti sekarang ini, komunikasi kami di IIDN Soloraya melalui Facebook. Saya dan teman-teman memiliki pengalaman seru saat mau mengadakan kopdar pertama kali.

Di grup Facebook kami sudah menyepakati waktu dan tempat kopdar. Kami belum pernah bertemu satu sama lain. Oleh sebab itu, foto profil di akun Facebook harus memakai foto diri (sepertinya begitu).

Akhirnya tanggal 25 Desember 2013, kami para perempuan penulis benar-benar bisa bertemu di Ayam-ayam Resto, Jl. Adi Sucipto, Surakarta.

Ada yang menarik di sini, begitu bertemu langsung kami saling berpelukan dan heboh seperti teman lama dan akrab. Kami langsung ngobrol tentang nulis, pengalaman menulis, atau pengalaman apa saja.

Ternyata, ada dua orang teman yang terlambat gara-gara salah alamat. Keduanya menuju Ayam-ayam Resto di Karanganyar. Kopdar pertama itulah sekarang ditetapkan sebagai hari ulang tahun IIDN Soloraya, yakni tanggal 25 Desember.

Saya bersyukur di komunitas inilah bisa berkontribusi. Saya belum bisa bergabung saat kopdar IIDN Yogyakarta, mengingat tempatnya cukup jauh dan berpindah-pindah.

Di IIDN Pusat, saya hanya bisa mengikuti kegiatan lewat dunia maya, misalnya mengikuti lomba menulis, ikut seleksi menulis buku antologi, dan sharing penulisan.

Baik di dunia maya maupun dunia nyata, selalu seru bila sudah berkomunikasi. Sekarang saya dan teman-teman IIDN Soloraya mudah berkomunikasi lewat grup WhatsApp. Hampir setiap hari ada sesuatu yang kami diskusikan, tentu saja diskusi tentang menulis.

Ada banyak keuntungan yang saya dapatkan setelah bergabung di komunitas menulis khusus perempuan ini. Keuntungan-keuntungan tersebut di antaranya adalah:

Memiliki teman yang memiliki hobi sama, yakni membaca dan menulis.
Namanya juga komunitas penulis, sudah tentu hobinya menulis. Untuk bahan referensi, menggali ide, dan menambah wawasan, selain menulis, saya dan teman-teman juga hobi membaca.

Bahan bacaan yang saya dapatkan tidak sebatas buku cetak, koran, majalah, buletin, tapi juga artikel/tulisan dari e-book dan internet. Semakin banyak membaca, wawasan saya semakin berkembang. Dari membaca inilah, saya dan teman-teman bisa mendapatkan ide untuk menulis.

Mendapatkan ilmu secara gratis
Di komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis, saya bisa mendapatkan banyak ilmu, baik secara online maupun offline. Ada pelatihan menulis yang berbayar dan gratis.

Saya membidik mendapatkan ilmu dari pelatihan yang gratis saja. Namun, saya pernah menjadi pemenang dalam lomba penulisan. Saya mendapatkan hadiah berupa training menulis.

Training ini sebenarnya berbayar dan biayanya cukup mahal. Alhamdulillah, bisa mendapatkan ilmu secara gratis.

Nah, di komunitas IIDN Soloraya, secara berkala juga ada sharing menulis. Narasumbernya bisa dari anggota IIDN Soloraya atau mengundang dari luar. Misalnya, narasumber dari penerbit, penulis buku anak, penulis dari luar, dan lain-lain. Lumayan dapat ilmu secara gratis dan bisa bertanya sepuas-puasnya.

Bisa berbagi pengalaman menulis
Selain mendapatkan ilmu secara gratis, Saya juga pernah mendapat tugas untuk berbagi pengalaman menulis. Saya dan teman-teman secara bergantian beberapa kali mengisi acara talkshow yang diselenggarakan pada acara tertentu, misalnya saat ada pameran buku dan bazaar di Goro Assalam, Kartasura.

Selain itu saya dan seorang teman juga pernah diminta untuk mewakili IIDN Soloraya mengisi acara talkshow di salah satu stasiun TV swasta di Surakarta. Wah, tidak pernah saya sangka, saya masuk TV, hehe.

Saya juga pernah didaulat teman-teman IIDN Soloraya untuk berbagi pengalaman menulis secara online di grup IIDN Pusat. Oleh karena saya lebih menekuni menulis cerita humor, jadi yang saya bagikan adalah pengalaman menulis cerita humor, tembus media, dan menjadi jutawan dari menulis ini.

Pengalaman sering menang lomba juga saya bagikan pada teman-teman. Sebenarnya anggota IIDN Soloraya pengalamannya sudah luas, saya merasa belum ada apa-apanya dibandingkan mereka.

Mungkin saya dinilai teman-teman menjadi “kompor” di IIDN Soloraya yang suka memanas-manasi, jadi saya dianggap pas untuk membagikan pengalaman.
Saling memotivasi untuk maju
Saya adalah kompornya IIDN Soloraya. Alhamdulillah, setiap tulisan tembus media, bisa untuk memotivasi teman yang lain. Kalau sudah begitu, teman-teman juga ingin tulisannya bisa tembus media.

Di samping tulisan tembus media, saya juga memotivasi teman-teman yang merasa masih “pemula” untuk sering-sering mengikuti seleksi/lomba menulis. Siapa tahu dari sering mengikuti seleksi, ada keberuntungan mampir dan bisa menjadi pemenang atau tulisannya lolos.

Di IIDN Soloraya bila ada yang memiliki informasi lomba, informasi tersebut selalu diteruskan ke komunitas agar teman-teman bisa mengikuti lomba. Saya selalu mengatakan jangan minder ikut lomba. Semua memiliki peluang yang sama untuk menang. Semua bisa lebih maju.

Menjadi keluarga
Di IIDN khususnya IIDN Soloraya, saya dan teman-teman seperti berada dalam satu keluarga. Tidak hanya saat kopdar, kami juga bertemu dalam rangka mempererat hubungan kekeluargaan dengan silaturahmi.

Bila ada acara tertentu di suatu tempat, di antara kami bisa berkumpul maka secara mendadak kami mengadakan pertemuan selain menghadiri acara tersebut.

Bagi saya, setelah bergabung di IIDN Soloraya yang anggota-anggotanya adalah perempuan-perempuan dengan berbagai macam profesi, di situlah saya mendapatkan kenyamanan. (Noer Ima Kaltsum)

Tulisan ini pernah dipublikasikan di  www.goodnewsfromindonesia.id pada 28 Mei 2019, 23:00 WIB.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s