Kirim Tulisan

Kami mengundang Anda untuk turut terlibat memperkaya isi blog ini dengan mengirimkan karya sastra, esai, berita, saran, komentar, dan sejenisnya. Khusus untuk karya sastra, kami hanya menerima kiriman karya sastra yang ditulis oleh anggota komunitas sastra. Karena itu, untuk pengirim karya sastra, cantumkan nama dan alamat komunitas sastra tempat Anda bergabung serta nama ketua atau koordinatornya dalam biografi singkat yang Anda kirim.
Namun, dengan sangat menyesal, kami tentu tak akan memuat setiap kiriman Anda. Kami akan mengutamakan naskah-naskah yang bermanfaat untuk perkembangan kemajuan dunia komunitas sastra di Indonesia dan tak terseret pada tendensi-tendensi untuk menyerang kelompok atau pribadi tertentu.

Untuk itu, silakan kirimkan naskah-naskah Anda tentang komunitas sastra ke ragajiwa07@yahoo.com. Terima kasih.

12 responses to “Kirim Tulisan

  1. Setelah berhasil dan sukses dengan pementasan-pementasan sebelumnya (Malin kundang tergugat, Reuni Banci, Dll)
    Neo KSPJ kembali hadir dengan pementasan Drama Musikal (coming soon)
    ”Potret Guruku” karya;
    M. Sinar Hadi (Guru, Sastrawan & seniman Indonesia).
    Sutradara: Atien Kisam (Seniman & budayawan betawi yang sudah malang melintang di 5 benua). —————————————————–
    tunggu dan berpartisipasilah dalam open casting pemain (Coming soon). Info lebih lanjut hubungi kami:
    081314889282 & 081296212696
    Untuk mengetahui kegiatan kami silahkan follow;
    IG: neo kspj
    Path: neo kspj
    Fb: neo kspj
    ‪#‎salamsastra‬ ‪#‎salambudaya‬ ‪#‎berkaryadanberbudaya

  2. Hidup tenggelam bernafas tanpan udara
    mata besar dengan tatapan kosong melihat seolah merekayasa
    lekuk badanmu gemulai menari lincah melawan arus yang menyeret kehidupan
    hidupmu tak akan pernah bangkit dan melangkah bebas
    karna tempat tinggal yang kau anggap bebas itu adalah bui kehidupan
    terbebaslah kau dari situ maka kehidupan mu berakhir.

    IKAN

  3. Puisi :Oka Miharzha S. ( AbdulKarim )
    Tanah Bumbu Kalimantan Selatan

    GUMAMKU ADALAH KOMENTARKU

    Gumamku adalah komentarku
    iya selalu merapat dibenakku, tak mau bertahan lama
    tapi selalu sia-sia bila iya ingin bunuh diri
    melepas semua bencana demi bencana dalam lingkar cicin api
    dijemari ibu pertiwi
    aku sesekali memanjat dinding bumi
    tak sanggup menyandang, amarah tuhan
    tak kuasa menafsirkan keinginannya

    Gumamku adalah komentarku
    membentur retak-retak bumi
    pecahnya kapal-kapal di laut
    melayang jatuhnya capung-capung besi
    melepuhnya panas bumi, membakar segalanya
    di daratan
    yang tinggal hanya tanda tanya, mengapa ini harus terjadi ?
    teroris tak juga habis
    korupsi sepertinya tak mungkin zero
    apakah kesejahteraan akan bisa dibeli, oleh kegiatan bersih-bersih
    entahlah…..

    Gumamku adalah komentarku lagi
    menuntut kepada sang ” Semar “, turun gunung
    memberikan kedamaian di maya pada
    bukan hanya wacana
    tapi tindakan kenyataan yang tak sia-sia
    merumputlah kita semua menjadi pupuk
    dan menanam berjuta pohonan
    memetik buah-buah, mencicipinya hati-hati
    merasakan, apakah manis,kecut, atau tawar
    inilah gumamku pada ibu pertiwiku
    akankah ada jawabnya

  4. Tahukah kamu?

    oleh mawarbiru

    Tahukah kamu kalo aku temanmu
    Tahukah kamu kalo aku yang selalu menolongmu
    Tahukah kamu kalo aku sayang kamu
    Tahukah kamu kalo aku yang selalu ada untukmu

    Tapi…
    Tapi kenapa kamu lupakanku
    Tapi…
    Tapi kenapa kamu menjauhiku

    Karena aku bukan diriku yang dulu
    Karena aku sekarang bukanlah teman sekolahmu
    Karena aku sekarang tak sepintar dulu
    Karena aku bukanlah anak sekolah unggulan sepertimu

    Kenapa?
    Kenapa kau membedakan hal itu?
    Kenapa?
    Kenapa kau memperlakukan aku seperti itu?

    Teman…
    Aku tak ingin jauh darimu
    Teman…
    Aku tak ingin melupakan dirimu

    Kau tak pernah tahu arti persahabatan
    Kau tak pernah tahu arti kasih sayang
    Kau tak pernah tahu isi hatiku
    Kau tak pernah tahu aku menangis untukmu

    Sekarang ku coret namamu dalam hidupku
    Sekarang ku hapus kenangan bersamamu
    Sekarang ku lupakan semua cerita kamu dengan diriku
    Sekarang ku buang semua hadiah darimu

    Teman
    Maaf aku tak bisa memaafkanmu
    Teman
    Maaf aku tlah sadis menghakimu

    Teman
    Semoga kau dapati yang lebih dariku
    Teman
    Semoga kau bisa pahami keadaanku

    Keadaanku yang sekarang
    Yang jauh dari diriku yang dulu
    Keadaan aku yang sekarang
    Yang tak bisa mengikuti gayamu seperti masa lalu

    Teman
    Selamat tinggal
    Teman
    Karena aku telah meninggal

  5. BUNDA

    Bunda,,
    Kasih sayangmu tiada batas
    Kasih sayangmu sepanjang masa
    Engkau selalu memberi apa yang aku inginkan
    Engkau selalu memberi apa yang aku perlukan
    Engkau selalu memberi apa yang aku butuhkan
    Engkau selalu menasehatiku…
    engkau selalu ngomel ketika aku salah..
    Bunda..
    Engkau selalu memelukku dengan kasihmu..
    engkau selalu memelukku daengan kasihmu
    Engkau selalu memelukku ketika aku sakit
    Engkau memelukku disaat aku jatuh..
    Disaat aku menangis..
    Dan disaat aku bahagia
    Engkau selalu berdo’a disetiap langkahku..
    Disetiyap denyut nadiku..
    Disetiap datak jantungku..
    Disetiap aliran darahku..
    Engkau selalu mendukungku disetiap langkahku
    Bunda,,
    Aku rindu pelukanmu..
    Aku rindu nasehatmu..
    Aku rindu omelanmu..
    aku rindu kasih sayangmu..
    Bunda..
    Betapa ku merindukanmu
    Betapa kumenyayangimu
    Kini..
    Ku sudah dewasa
    Akan ku buktikan ku mampu penuhi maumu..
    Kan ku buktikan ku bisa jadi yang terbaik yang engkau inginkan..
    Dan engkau harapkan..
    Teruslah temani hari-hariku lewat do’a-do’amu
    Semoga engkau selalu sehat dan selalu dalam ridhonya..
    Amin..

    “Cah Elex Oey”

  6. Bukan hanya keinginan hati
    ketika menaklukkan ketinggian-ketinggianmu…
    tapi merayapi dinding-dinding terjalmu adalah keindahan

    bukan hanya membusungkan dada kami dipuncakmu
    ketika bendera berkibar ditengah angin yang menderu
    tapi kekuasaan Sang Maha Pencipta adalah jalannya

  7. Wanita, Ibu, Perempuan,
    (harga susu melambung tinggi) dan Bundaran HI

    Hai, kami menerima berbagai tekanan,
    adakah pembicaraan?
    ada… hanya berupa dagelan yang ter lahir dari dagelan konyol dari kursi empuk para pejabat.
    Adakah penafsiran logika?
    ada… bahkan kami berfikir rasional.
    Sebab kami tak berharap mati konyol,
    konon kekuasaan tirani masanya bercokol,
    sebab, banyak tugas kami, beban kami memapah generasi penerus,
    sebab, kami bukan politikus,
    sebab, kami hanyalah sekumpulan kelompok yang katanya kaum lemah,
    sebab, dengan begitu, kelemahan kami ada pada terlahirnya generasi penerus,
    sebab, kami hanya menelusuri jalan- jalan yang akan ditempuh manusia- manusia terlahir.
    sebab, terlalu banyak kemunafikan,
    sebab, kami berusaha merambah, menebas, dan merintis jalan yang penuh semak onak duri, dan menjaga, memapah langkah dalam perjalanan generasi yang kami lahirkan.
    Ternyata, kembali pada- Mu Yaa Allah, senjata kami adalah do’a kami dalam jalan yang masing- masing kami yakini,
    kembali pada kuasa-Mu
    Para Ibu, wanita dan perempuan digiring layaknya menggiring penjahat…
    Para pejabat, tidakkah mereka sadar kaum kami yang melahirkan mereka?
    kami meradang,
    sebab, kami cemas semua menjadi kandas,
    sebab, di kiri- kanan kami jurang curam, didepan kami aral melintang, penuh dengan kerikil tajam dan onak duri.
    Negeri kami yang bergejolak, seperti gejolak hati para Wanita, Ibu dan perempuan yang hadir dibawah panas terik matahari.
    Bimbing kami Yaa Allah, selamatkan generasi penerus Bangsa,
    hadirkan kehangatan pada hati Bangsa kami tercinta.

  8. Terimakasih dan bersyukur dengan tawarannya untuk menjadi wadah jahilnya tangan2 untuk menulis.
    Salam kenal dari Bogor, websiteku blum jadi karena aku fushyinkkk buat bebenahnya.
    Mudah2 an aku diterima dengan baik dalam Komunitas Sastra Indonesia.

    Salam hangat

    widyas

  9. Salam kenal
    salam seni budaya
    salam sastra untuk semua

    semoga hadir ku dapat di terima di ruang komunitas sastra Indonesia

    aku coba mempersembahkan untuk sastra Indonesia dengan merangkum karya sastra putra trenggalek dalam http://www.Sastratrenggalek.Blogspot.Com yang memuat karya puisi dan cerpen ku serta kawan kawan ku di komunitas trenggalek sastra yang ku dirikan 9 september 2009 kemaren.Semoga kehadiran ku di terima
    wasalam
    Toni saputra(ToSa)

  10. derita demi derita mendera berujung sepi,lambat tanpa tepi,semakin kuat jiwa ini bermufakat yang haram,lemah untuk yang halal bertambah panjang tanduk di kepalaku ,tumbuh pula ekor yakni tak ubahnya hewan berkembang ,brpqr sprti hewan,miskin di dunia,miskin di akherat,tak bisa kutolak,tak sanggup kulawan,derita yang memilih jalan,memaksa,kupaksa,kudipaksa bersama derita,kekiri,kekanan,horizontal,vertikal tak ada jalan keluar,hanya diam atw ikut sura terbanyak,tidur tak hentikan derita hanya menundanya,berlaripun tak dapat menghindar menghimpit berdesak,sesak menggesek rongga dada menuju kerongkongan,kering haus menunggu bahagia berhentika ia atau sekedar jeda sesaat berakumulasi dengan waktu,berhimpun tenaga untuk memecah nadi kepala,malu kubawa raga ini sejuta aib di tubuh ini,organku tak suci lagi kupakai dari dosa ke dosa bertemu derita,nikmat itu ada batas syaraf dan otak jenuh dengan stimulasinya yang berbatas,ruh ini kering tandus belum kujalani tapi serasa letih sebelum tujuan,ruang harap dan mimpi begitu luas tanpa syarat,batas,sejauh kepala menjangkau kekal untuk nikmat kelak,sombongku padamu enggan bersujud pdhal sakit seluruh jiwaku,beri arti yang luas,beri-beri takwa yang kuat,beri penyelesaian yang hebat,beri kebebasan finansial yang mutlak biar kujalan dengan ikhlas,kumohon jgn keluarkan darah utk dapatkan hikmah dari deritamu,beri jalan fakir ini,beri ampun yatim ini,beri kesempatan hewan ini,lepaskan hina,limpahkan mulia,akhiri deritaku ini dari sepi yang berpanjangan………. :+(

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s